Nilai Jelek Bagi Airin-Ben Dalam Pelaksanaan PSBB Tangsel

TOPIKINI – Tangerang Selatan tak terasa telah satu minggu melakukan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Namun, menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Li Claudia Chandra, upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Tangsel sungguh tidak maksimal. Kegiatan masyarakat sehari-hari tampak masih berjalan normal, seperti tak terjadi apa apa.

Pengamanan chek point sebagai pintu masuk pemeriksaan dan pencegahan keluar-masuk Tangsel hanya berlangsung di hari pertama. Ditambah lagi, tidak berjalannya pelaksanaan check point di tingkat RT dan RW sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota.

“Petugas penindakan, dalam hal ini Satpol PP, seperti membiarkan pelanggaran yang terjadi. Saya mencatat banyak hal yang dilanggar tetapi masih diabaikan,” terang Claudia, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi catatannya setelah PSBB berlangsung di Tangsel. Pertama, banyak pintu kecil yang menjadi jalur keluar masuk wilayah Tangsel yang belum terpantau dan belum menjadi titik check point.

“Saya meminta agar pemerintah Kota Tangerang Selatan harus segera menutup pintu-pintu kecil tersebut,” ucap Claudia.

Kedua, sampai hari ini masih banyak masyarakat yang abai menggunakan masker sebagai sarana pencegahan penularan. Karena itu, Satpol PP harus lebih tegas dalam pelaksanaan Perwal PSBB Tangsel.

Tiga, banyak bidang usaha yang dilarang beroperasi selama pelaksanaan PSBB tetap nekat menjalankan usahanya. Untuk itu, perlu tindakan tegas dari Pemkot Tangsel untuk menertibkan.

Pemkot harus berani mencabut izin usaha perusahaan terkait bila masih ada pelanggaran. Empat, soal keterbukaan informasi dan data sebaran orang yang terpapar Covid-19.

“Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang Selatan jangan hanya jadi papan pengumuman cuma untuk formalitas saja, jadi badan yang hanya mengumumkan jumlah pasien,” tegasnya.

Selanjutnya, ia meminta Gugus Tugas transparan dalam hal bantuan sosial dan sumbangan dari masyarakat dan swasta. Hal ini terkait kepercayaan masyarakat yang sudah ikhlas memberikan bantuan.

“Yang terpenting adalah masyarakat bawah yang terdampak PSBB ini. Selama satu minggu ini bantuan yang dijanjikan Pemkot Tangerang Selatan untuk masyarakat yang terdampak masih belum diterima oleh masyarakat,” terang Claudia.

Claudia memaparkan, DPRD Kota Tangsel telah membentuk Satgasda Lawan Covid-19. Satuan tugas daerah ini bertujuan membantu Pemkot dalam menangani penyebaran wabah. Fokus Satgas daerah adalah membantu RS dan Puskesmas di Kota Tangsel dalam pemenuhan alat pelindung diri (APD).

“Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin Ibu (Wali Kota) Airin Rachmi Diani dan (Wakil Wali Kota) Benyamin Davnie gagal mengemban amanat dalam melaksanakan PSBB. Kami berpendapat, Tangerang Selatan hanya ikut-ikutan pelaksanaan PSBB tanpa persiapan dan strategi yang jelas. PSBB hanya sebuah slogan,” tutur Claudia.

Dalam sisa waktu PSBB yang tinggal seminggu, ia berharap Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel segera mengevaluasi diri dan secepatnya mengambil tindakan taktis dan tegas agar masyarakat benar-benar terlindungi dari penyebaran Covid-19 dan wabah ini segera berakhir. (red)

Loading...