Netty Prasetiyani: Perlu Kesiapan Mental untuk Membangun Keluarga

Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR RI

TOPIKINI, INDRAMAYU – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mengatakan perlunya kesiapan mental untuk membangun bahtera rumah tangga. Menurut Netty, di dalam perjalanan hidup berumah tangga, akan ada banyak ritme yang dilewati oleh pasangan suami istri.

“Hidup ini kan seperti roller coaster. Ada susah ada senang. Ada kelebihan ada kekurangan. Mental kita harus siap dengan kekurangan atau kesulitan. Jangan hanya mau senangnya aja,” kata Netty, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana, bersama Mitra Tahun 2021 di Aula Islamic Center Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/11/2021).

Netty menjelaskan, mentalitas yang diperlukan juga untuk kebaikan pertumbuhan anak nantinya. Para orang tua kata dia harus memberikan situasi yang nyaman bagi pertumbuhan anak.

Di dalam mengasuh anak, lanjut Netty ada 8 fungsi keluarga. Yakni fungsi agama, fungsi kasih sayang, fungsi reproduksi, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi sosialisasi pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan.

“Kalau delapan fungsi ini berjalan dengan baik, keluarga bahagia bisa tercapai,” ujar Netty.

Peserta Sosialisasi

Mantan Ketua  Tim Penggerak PKK Jawa Barat itu menyebut, bila dalam sebuah keluarga sudah punya pemahaman spiritual yang baik, ekonomi yang stabil, edukasi yang benar dan berada di lingkungan yang baik, akan terhindar dari stunting. Karena menurut Netty, stunting kerap muncul di keluarga yang tidak sehat dan tidak paham mengenai proses sejak kehamilan, melahirkan hingga membesarkan bayi.

Di situlah menurut Netty, pentingnya kesiapan mental, spiritual, pendidikan dan ekonomi bagi siapapun yang ingin membangun bahtera rumah tangga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Wahidin, mengatakan masalah ekonomi kerap menjadi pemicu keretakan sebuah keluarga yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan anak.

Wahidin menyebut dua faktor paling dominan yang menyebabkan perceraian adalah masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Banyak persoalan KDRT ini berawal dari masalah ekonomi. Makanya dalam berkeluarga, harus ada kedewasaan mental,” ujar Wahidin.

Wahidin meminta masyarakat supaya menghindari pernikahan anak di bawah umur. Menurut dia, selain tidak baik untuk kesehatan terutama bagi perempuan, kita akan tidak baik bagi kesehatan mental ketika bahtera rumah tangga berjalan.

DR. Drs. Wahidin, M.Kes

Karena anak di bawah umur menurut Wahidin belum punya cukup pemahaman mengenai kunci membangun keluarga yang bahagia. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, spiritual dan lain-lain.

Kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana, bersama Mitra Tahun 2021 di Aula Islamic Center Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/11/2021) ini, juga dihadiri oleh Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Indramayu dan anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa.(ryn)