Mulai Langkanya Pembuat Makanan Dadiah Kabau di Solok

1795

TOPIKINI.COM – Dadiah Kabau adalah makanan olahan dari proses fermentasi yang berasal dari susu kerbau, kini sudah sangat jarang bisa ditemukan. Sedikitnya jumlah peternak kerbau, salah satu yang memicu sulitnya makanan yang bergizi tinggi ini di temukan dipasaran.

Salah seorang yang masih setia membuat dadiah, yaitu Is, di nagari Aia Dingin kabupaten Solok. Untuk membuat dadiah dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses fermentasi selama satu malam.

Sementara proses pembuatan dadieh ini tidak lah sulit. Setelah susu kerbau diperas, kemuadian disimpan didalam tabung bambu.

“Pagi sekali anak kerbau itu menyusu, kemudian dilap (dibersihkan puting susunya) kemudian baru diperah, kemudian dimasukkan kedalam tabung dan disaring, disimpan satu malam hingga membeku,” cerita Is kepada Topikini.com, menerangkan cara membuat dadiah.

Untuk satu ekor kerbau biasanya bisa menghasilkan susu sebanyak satu liter sehari. Harga jual dari dadiah kerbau ini satu tabungnya seharga Rp 150 ribu.

Dadieh bagi masyarakat di daerah Air Dingin merupakan makanan yang sudah ada sejak dahulunya dan saat ini petani kerbau yang ada di nagari Aia Dingin kabupaten Solok ini mencoba untuk menggiatkan kembali peternakan kerbau guna memproduksi kembali makanan tradisional yang sudah hampir punah ini.

Konon, makanan yang diolah melalui proses fermentasi ini banyak manfaat untuk kesehatan seperti mengobati penyakit kulit dan penyakit asma.
“Dadiah ini sudah dikenal dan dibuat sejak tahun 50an, didaerah ini sudah tradisi sejak dahulu, dan dadiah ini dijual ke warung juga ke pasar,” kata Adam Basri, peternaak kerbau.

Saat ini pemerintah kabupaten Solok mencoba untuk membantu para peternak kerbau dengan menjadikan nagari Air Dingin sebagai daerah pengembangan ternak kerbau.

“Satu ekor kerbau mampu memproduksi satu liter susu sehari selama tujuh bulan, artinya selama tujuh bulan produksi susu kerbau bisa dijadikan dadiah sebanyak 210 liter dikali Rp 150 ribu, jadi itulah pendapatan tambahan petani kita,” ucap Admaizon, Kepala Dinas pertanian kabupaten Solok.

Pemerintah berharap nanti kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian peternak kerbau yang ada di nagari Air Dingin kabupaten Solok dengan meningkatnya produksi Dadiah.(Garnadi)

Loading...