Mencengankan, Polisi Temukan Mobil Pasok Bom Molotov, Batu Saat Aksi Demonstrasi

Jakarta –  Usai demonstrasiUU Cipta Kerja yang menelan kerugian puluhan miliar di Jakarta akibat rusaknya fasilitas publik, polisi melakaukan penyelidikan terhadap temuan kendaraan roda empat yang memasok bom molotov, batu-batuan, hingga makanan saat demonstrasi, Kamis, 8 Oktober 2020 itu.

“Masih kita kumpulkan semuanya untuk mencari aktor yang di belakang kelompok ini. Itu ada mobil yang mengantarkan makanan ke kelompok mereka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Yusri mengatakan, mereka yang diindikasi sebagai kelompok anarko melakukan perusakan terhadap fasilitas umum. Mulai dari pembakaran halte Transjakarta hingga pos polisi (Pospol) dan pos pengamanan (pospam).

Saat ini, Yusri mengatakan, pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait vandalisme yang dilakukan oleh mereka. Dengan adanya bukti ini, mereka dapat diseret ke pengadilan.

“Kita mengumpulkan barang bukti CCTV dan video-video pendek yang beredar di media sosial. Terus kemudian keterangan-keterangam saksi di lapangan,” kata Yusri.

Yusri mengatakan, hingga saat ini polisi menangkap 285 orang terkait aksi demonstrasi penolakan Undang-undang Omnibus Law Ciptakerja di Jakarta. Dari 285 orang itu, sebanyak 87 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 87 tersangka, 7 di antaranya telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. “Kenapa 80 nggak ditahan? Karena kan pasalnya ada ancaman hukuman, tergantung unsur pasalnya. Kalau yang 7 ini ancamannya di atas 5 tahun jadi ditahan. Sisanya 80 ini masih kita dalami tapi sudah jadi tersangka, ancamannya di bawah 5 tahun jadi nggal ditahan,” terang Yusri.

Yusri menjelaskan, sebanyak 7 orang yang ditahan ini dikenai pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang.

Bahkan, mereka yang dianggap sebagai kelompok anarko sempat mengeroyok petugas Kepolisian yang tengah bertugas. Sebanyak 23 petugas luka-luka tapi tinggal 4 yang rawat inap karena lukanya berat. Lukanya di bagian kepala terkena batu sama balok, dan ada juga yang tangannya patah. (red)

Editor: RB Syafrudin Budiman SIP

Loading...