Membangkitkan Peluang Ekonomi dari Industri Kreatif di Bandung

29

TOPIKINI – Kota Bandung terpilih dalam 5 (lima) besar kota kreatif se-Asia, saat ini sudah ada 400 outlet industri kreatif dan dapat menyerap kurang lebih 334.244 tenaga kerja dan memberikan. Kontribusi 11 persen untuk pertumbuhan ekonomi kota.

Dari hasil wawancara dan data sekuder yang terkumpul, berikutnya dianalisis menunjukkan bahwa Subsektor industri kreatif yang dapat dijadikan unggulan kota Bandung diantaranya yaitu musik, fashion, seni, desain, arsitektur, IT dan makanan (kuliner).

Pemerintah sudah mempunyai instrumen kebijakan untuk menyokong industri kreatif, hanya penerapan dari kebijakan tersebutlah belum memuaskan, sehingga masih ada keluhan dari para pelaku industri kreatif mengenai perolehan perizinan usaha, promosi, tempat berekspresi, kemudahan dalam mendapat pinjaman serta tarif pajak yang dirasakan masih memberatkan.

Bandung memiliki potensi sebagai destinasi Incentive Travel karena didukung dengan Industri kreatif nya yang sangat menunjang, yaitu adanya destinasi wisata yang indah, atraksi wisata (seni, budaya), kuliner, cindera mata, adanya pelayanan pertemuan dan konferensi. Disarankan ada berbagai stimulus perlu diberikan kepada pelaku sektor kreatif seperti keringanan pajak.

Adanya penyelenggaraan event internasional, workshop, seminar, ekspo industri kreatif, serta agar Pemerintah Daerah Kota Bandung mengatasi kemacetan lalu lintas untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan
Industri kreatif merupakan hal yang baru bagi masyarakat di Indonesia. Industri kreatif ini tidak terbatas pada satu jenis produk tertentu, ruang lingkupnya sangat luas dan beragam.

Dengan adanya industri kreatif ini banyak orang-orang yang menuangkan ide dan pikiranya untuk bersaing dalam dunia perekonomian kreatif Industri kreatif terbukti mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian di negara-negara yang mengembangkannya.

Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang terfokus pada kreasi dan eksploitasi karya kepemilikan intelektual seperti seni, film, permainan, desain, fashion, dan termasuk layanan kreatif antar perusahaan seperti iklan.

Industri kreatif di Kota Bandung mempunyai keunikan khusus karena muncul dari komunitas. Sebagai kota kreatif, Bandung diharapkan dapat lebih mengembangkan keberadaan sektor-sektor industri kreatif yang ada.

Karenanya, perkembangan industri kreatif dan pemeliharaan produk unggulan Kota Bandung dijadikan bahan kajian oleh Kementerian Dalam Negeri Bandung sejak dulu dikenal sebagai kota yang memiliki ‘iklim kreatif’ yang kondusif.

Ridwan Kamil (2011) mengemukakan, Kosmopolitan dan kontenporer adalah karakter khas Bandung. Irisan dan persilangan khas Bandung ini melahirkan banyak peluang bagi orang-orang yang berpikiran kreatif terutama yang berkaitan dengan kekuatan ekonomi yang lahir dari tingginya kreatibitas dan inovasi generasi mudanya.

Di Kota Bandung berkembang peluang-peluang ekonomi kreatif berbasis gaya hidup, antara lain seperti industri clothing, factory outlet, industri music, dan kuliner.

Kajian ini dilakukan  untuk melihat dampak kebijakan pengembangan kegiatan ekonomi kreatif terhadap pengembangan produk kreatif. Bandung sejak dulu dikenal sebagai kota yang memiliki ‘iklim kreatif’ yang kondusif.

Untuk mendapatkan bahan kajian, Kemendagri bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung.

Pada Selasa (20/3/2018), Bappelitbang dan Kemendagri menggelar Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) bersama berbagai stakeholder yang berkaitan dengan pengembangan industri kreatif.

Agenda tersebut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung Evi S. Shaleha, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Tamsil Tahir, Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki C. Satari, Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Dwinita Larasati, serta perwakilan dari Bagian Ekonomi Setda Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Dengan adanya data di atas saya dapat menyoroti bahwa perekonomian di bandung dari segi kreatifitasnya mengalami banyak peningkatan dalam data diatas kota Bandung salah satu bagian dari 5 besar kota kreatif se Asia dan itu tentunya membanggakan kota Bandung Industri kreatif nya yang sangat menunjang, yaitu adanya destinasi wisata yang indah, atraksi wisata (seni, budaya), kuliner, cindera mata, adanya pelayanan pertemuan dan konferensi.

Industri kreatif terbukti mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian di kota Bandung karena industri kreatif bukan hanya muncul dari 1 ide tetapi banyak ide lain yang membuat kreatifitas makin meningkat di kota Bandung tersebut.

Oleh : Juan Fergissen Irawan – Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM)

Loading...