Mbok Tarwi di Gongseng, Nenek Miskin yang Terabaikan Bantuan Sosial

269

 

Pemalang – Dari sebelum “Corona, sampai ada Covid Corona Program Bantuan Sosial selalu ada, tapi Nenek Miskin ini Terabaikan. Pemerintah Daerah maupun pusat menggencarkan Bansos BLT dari berbagai Link, baik melalui Pusat, Provinsi maupun Daerah. Pasalnya, Mbok Tarwi (75) tahun, warga RT 02/RW 01, Desa Gongseng, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Siswanto, Aktifis Sosial kaget, mendengar dan melihat Mbok Tarwi ternyata tidak tersentuh bantuan apapun dari Pemerintah. Padahal dalam ketertiban Administrasi Negara Mereka lengkap, terbukti memiliki KK Kartu Keluarga, E-Ktp juga dimiliki.

Dengan diantar warga ke rumah Mbok Tarwi ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, keadaan Gubuk berukuran kurang lebih, 3 X4 meter menggunakan pagar bambu. Gubuk yang sangat minin ukuran satu orang berdiri ditanah milik saudaranya. Menurut keterangan warga setempat, yang bisa dibilang Family atau “termasuk keponakan, bahwa mbok Tarwi ini belum pernah mendapatkan bantuan PKH atau Non-PKH, apalagi bantuan Corona, kata Yanti. Bantuan sosial BLT jenis Uang dan Sembako juga tidak pernah, “Pak?,. ungkap Yanti. Dari pantauan Media, dalam hal ini, ia ternyata tak mendapatkan fasilitas sebagai penduduk miskin dalam bentuk bantuan beras dan alokasi jaminan sosial semacamnya.

“Media berharap Pemdes Gongseng, atau Dinas Sosial dan instansi terkait di Pemalang, bisa memfalisitasi nasib Mbok Tarwi ini. Sementara menurut Aktifis Sosial, yang menjadi masalah saat ini selalu data yang dipersoalkan, bukan By fakta keadaan dilapangan. Yang kemudian lupa Kemanusiaan, kata seorang Aktifis Sosial. yang sebagai ketua Jaringan Masyarakat Anti Korupsi “Jamak” di Pemalang, Selasa, 20 Oktober 2020. Siswantao saat itu tengah menemui Mbok Tarwi diwilayah RT 02/01 Desa setempat.

Di lokasi Mbok Tarwi, dihadapan warga Siswanto mnyampaikan supaya warga miskin agar hak warga tak mampu seperti yang dialami Mbok Tarwi ini terpenuhi, tuturnya. Dikarenakan “Miskin sandang-pangan-papan dan semua,”tambahnya.

Selain itu, mengajak warga supaya bisa rembuk kepada pemilik tanah yang ditempati Mbok Tarwi, dengan Gotong royong Suwadaya kecil- kecilan demi membantu si Nenek tersebut, supaya bisa diusulkan Bantuan Bedah Rumah atau bantuan lainya, imbuh Siswanto depan warga. Disampaikan Sukirno, selaku tetangga yang peduli, Ia berharap melalui RT dan RW melakukan pendataan ulang, yang kemudian dllanjutkan Kepala Dusun, dan disampaikan ke pemerintah Desa, Pemdes, harapnya. Kembali disampaikan warga miskin yang belum tercatat harus di ketahui Camat untuk dimasukkan ke Dinas Sosial. “Dinas Sosial juga harus turun mengecek agar tak luput lagi,” tandasnya.

Menurut sumber dilokasi, Selasa 20 Oktober 2020, Mbok Tarwi hidup sebatang kara, makan pun berharap dari belas kasih tetangga. Selain itu, “Mbok Tarwi, “mengaku bisa bertahan hidup karena dibantu saudara – saudara keponakan, sejak lama.

Dari pantauan Media konon kabarnya Mbok Tarwi dulu pernah besuami tapi sudah lama meninggal. Anak pun meninggal, sehingga sampai saat ini hidup sendiri.

Perempuan kelahiran 1945, sekarang genap usia (75) tahun, yang terlihat tegar, suara masih jelas, namun berjalan sudah menggunakan tongkat kayu itu mengaku hampir sejalan usianya mengalami nasib dalam lingkaran kemiskinan. “Kami pasrah dengan semuanya,” kata dia depan Media. (Rae/Bamsoer)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...