Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok Selatan Diperpanjang, Karena Alasan ini

TOPIKINI.COM – Pemerintah Solok Selatan, Sumatera Barat, memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang yang melanda empat dusun di kecamatan Koto Parik Gadang Diateh selama 14 hari sampai tanggal 5 Oktober 2017. Hal ini dilakukan, mengingat belum pulihanya kondisi dilapangan terutama sarana air bersih.

Diperpanjangnya masa tanggap darurat ini, dikarenakan masa tanggap darurat pertama selama tujuh hari sejak kejadian belum bisa menuntaskan pulihan kondisi dilokasi kejadian.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini diambil, berdasarkan kesepakatan rapat bersama kementrian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Republik Indonesia. Dari keputusan rapat tersebut masih perlu melakukan pemulihan dan pembersihan dilokasi bencana.

Masih ada enam hal yang masih harus dibenahi dan dipenuhi terhadap konban bencana banjir bandang, diantaranya, menuntaskan fasilitas air bersih kepada warga, menuntaskan sanitasi, menyelesaikan penanganan sungai, menyelesaikan pendistribusian bantuan, pemulihan lahan pertanian, dan menuntaskan pembersihan rumah warga dari tumpukan material lumpur.

“Untuk perpanjangan masa tanggap darurat ini lebih difokuskan pada, pembersihan rumah warga dari tumpukan material lumpur dan pembaikan fasilitas air bersih,” kata Editorial, Kalaksa BPBD Solok Selatan..

Akibat banjir bandang melanda kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, BPBD setempat mencatat 138 unit rumah warga rusak akibat bencana itu, diantaranya 42 unit rusak berat, 6 unit rusak sedang serta 90 unit rusak ringan.

Selain itu terdapat kerusakan saluran irigasi yang mengaliri areal pertanian warga sebanyak 5 saluran irigasi, dengan luas lahan yang aliri seluas 250 hektare, serta areal pertanian rusak akibat terendam lumpur seluas 50 hektare.

Kemudian satu unit turbin pembangkit listrik tenaga mikro hidro hilang terseret arus banjir, serta jalan nasional tertimbun material lumpur sepanjang 500 meter, pemerintah kabupaten Solok Selatan, merilis kerugian sementara akibat banjir bandang ini mencapai Rp 8,5 miliar.

Sementara itu, kepolisian resort Solok Selatan, bersama masyarakat masih melakukan pembersihan rumah yang tertimbun material lumpur. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi dilapangan, selain pembersihan material lumpur, personel polisi ini juga turut menditribusikan bantuan kepada warga korban banjir bandang.

“Kami akan terus membantu masyarakat membersihkan rumah mereka sampai masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti sediakala,” kata AKBP M. Nurdin, Kapolres Solok Selatan.

Banjir bandang yang menerjang kabupaten Solok Selatan pada kamis malam pekan lalu, merendam sebanyak empat dusun di Pakan Raba,a Tengah. Banjir mengahantam tiba-tiba meski kondisi tidak dalam keadaan hujan. Beruntung tidak ada korban dalam bencana ini.(Diki)

Loading...