Lupakan Pemilu 17 April 2019, Ini Seruan Kiai Sepuh se Jatim

27
Relawan JAMAN 01 di acara konsolidasi di Gedung Gelanggang Remaja Matraman, Jakarta Pusat, 12 Maret 2019. Foto: topikini.com

TOPIKINI – Puluhan Kiai Sepuh se Jawa Timur berkumpul di Rumah Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di perumahan The Gayungsari, Surabaya, Jumat, 19 April 2019. Mereka bertemu untuk menyikapi dinamika politik paska pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019.

“Hari ini Kiai-kiai berkumpul setelah kemarin proses pilihan presiden. Hari ini bermusyawarah untuk menyikapi dinamika paska pilpres,” kata Gus Ipul, tuan rumah acara.

Pertemuan kali ini merupakan kelanjutan setelah sebelum pilpres tepatnya pada 17 September 2018 mereka juga bertemu di Rumah Gus Ipul.

Hasil dari pertemuan pertama saat itu mereka sepakat bersama Prof Mahfud MD, kemudian Ustaz Yusuf Mansur untuk menggagas gerakkan pilpres ceria.

Dan kini setelah pilpres usai, para kiai kembali bertemu. “Ini waktunya melupakan 01-02 saatnya memikirkan bangsa,” kata Gus Ipul.

Pertemuan kali ini sangat penting karena para kiai yang bertemu sebelumnya ada yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dan ada yang mendukung Prabowo-Sandi.

Mereka mengganggap proses dukung mendukung telah usai dan saatnya kini menatap ke depan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) yang juga ikut dalam pertemuan mengatakan ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini.

“Mendukung aparatur keamanan negara bertindak tegas untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan sosial dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat,” kata Gus Fahrur.

Dan berikut lima seruan Kiai Sepuh Jawa Timur yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini:

1. Bersyukur kehadirat Alloh SWT atas terselenggaranya pemilu 2019 yang aman, tertib dan lancar dan bersedia menerima siapapun yang ditakdirkan Allah SWT untuk menjadi pemimpin Negara Republik Indonesia.

2. Menjaga suasana masyarakat yang aman dan kondusif , menjauhi segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah ummat, sesuai kaidah: Dar’ul mafasid muqoddamun ala jalbil masholih.

3. Semua ulama dan tokoh masyarakat hendaknya menjadi teladan masyarakat dalam menjaga ketentraman dan kerukunan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

4. Bersabar menunggu dan mengawasi proses penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU secara profesional, adil dan amanah dalam menjalankan tugasnya untuk pemilu yang berkualitas.

5. Mendukung aparatur keamanan negara bertindak tegas untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan sosial dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Hadir dalam pertemuan kali ini, Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi
; Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar; Pengasuh Pesantren Ploso Kediri, KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli; serta Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

Selain itu juga Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, KH Anwar Iskandar; Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad, Malang KH Marzuqi Mustamar
; Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo KH Ali Masyhuri
; serta Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang KH Mahrus Malik.

Juga hadir Pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan KH Idris Hamid
; Pengasuh Pesantren Gersempal Sampang, KH Syafiuddin Wahid
; Pengasuh Pesantren Al-Hikam Tunjung, Burneh, Bangkalan, KH Nuruddin Rahman
; Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, KH Maksum Faqih
; Pengasuh Pesantren Panji Kidul Situbondo KH Zakky Abdullah
; serta beberapa Pengasuh Pesantren besar di Jawa Timur lainnya. (*)

Loading...