LSM Peduli Lingkungan Akan Laporkan Perusak Lingkungan di Bengkulu ke Mabes Polri

32

Jakarta – Rustam Ependi Ketua Harian Front Pembela Rakyat (FPR) Bengkulu saat konferensi pers di kantor Benteng Jokowi (BeJo) Jl. Kertanegara 25 Jakarta Selatan, Selasa malam (05/11/2019) mengungkap, analisa kerusakan lingkungan yang diduga berasal dari beberapa perusahaan nakal. Rencananya, kelompok peduli lingkungan ini akan melaporkan dugaan tindak pidana perusakan lingkungan ini ke Mabes Polri.

Ia mencatat, adanya kerusakan lingkungan, ekosistem sungai dan Garis Sepadan Sungai (GSS) di Provinsi Bengkulu akibat tambang batu bara, juga galian yang mengabil material batu, koral dan pasir di aliran sungai.

“Dilokasi IUP Bara PT. Danau Mas Hitam ( PT. DMH ) yang beralamat di Desa Tanjung Raman Kecamatan Taba Penajung Kabupaten Bengkulu Tengah. Kami mencatat adanya kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan penambangan Batu Bara yang dilakukan oleh Perusaan-Perusahaan Subcont di lokasi IUP Batu Bara PT. Danau Mas Hitam,” ucap Rustam.

Dirinya saat konferensi pers didampingi Jack T.W. Tumewan Ketua Umum BeJo dan Yasmidi Ketua Bengkulu Coruption Watch (BCW), Tri Nurhayat Ketua LSM Tegar RI Bengkulu Tengah dan Imam Sobri Pulungan Noya Ketua DPW Kitra Bengkulu.

Rustam juga menambahkan, tidak adanya program penghijauan ulang di wilayah galian, ia menduga pengusaha tambang tersebut mengesampingkan kewajiban.

“Lokasi IUP Batu Bara PT. Danau Mas Hitam (PT. DMH) sejak diterbitkanyan IUP tidak pernah melakukan kewajiban yaitu kewajiban melakukan reklamasi dan penghijauan,” tambahnya

Sependapat dengan Rustam, Ketua BCW Yasmidi berpendapat, menurutnya ada indikasi dan dugaan kuat tentang konspirasi dana gelap yang di setoran melalui sejumlah rekening.

“Kami menduga adanya alih pungsi ilegal di lokasi IUP batu bara pasca pertambangan PT. Danau Mas Hitam dengan Perkebunan Kepala Sawit. Dan kami mengendus adanya jaminan reklamasi pertambangan batu bara PT. Danau Mas Hitam yang disetor dalam bentuk rekening bersama antara pihak penambang dengan pemeritah daerah provinsi Bengkulu,” ungkap Yasmidi.

Lanjut Yasmidi, reklamasi dan penghijauan di lokasi pasca pertambangan batu bara PT. Danau Mas Hitam tidak pernah dilakukan.

“Hal tersebut diduga kuat yang menimbulkan terjadi erosi banjir, dan mengakibatkan banyaknya hutan gundul, serta indikasi pembiaran lobang bekas galian batu bara yang tidak di Reklamasi Di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.

Sementara itu Jack T. W. Tumewan Ketua Umum DPP Benteng Jokowi (BeJo) menyatakan mendukung langkah, Rustam Effendi dkk yang juga merupakan anggota BeJo di Bengkulu. Pihaknya, akan mengawal saat pelaporan ke Mabes Polri dengan mengirim utusan pengacara dan para legal untuk membantu jika ada persoalan hukum.

“Benteng Jokowi akan mengawal dugaan perusakan lingkungan ini ke Mabes Polri. Kami juga akan melaporkan adanya dugaan perusakan lingkungan ini ke Presiden Jokowi, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Kehutanan serta lembaga terkait lainnya,” tegas Papa Jack sapaan akrabnya.

Benteng Jokowi menurutnya, akan menjadikan isu ini untuk kampanye terhadap lingkungan hidup dan sumber daya energi/alam.

“Kami sampaikan jangan takut kepada teman-teman Benteng Jokowi di bawah. Apa yang terjadi di Bengkulu (red-Kerusakan Lingkungan adalah musuh kita bersama,” pungkasnya. (red)

Loading...