Lakukan Pembersihan Material Penghambat Akses Jalan, Ini Tanggungjawab BPJN NTT

35

Ende – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 42 Satker JPN 4 Provinsi NTT telah membersihkan material yang berada di tiga titik ruas Jalan Nasional Ende –Detusoko-Wologai.

PPK42 Satker JPN 4 Provinsi NTT, Gusti Admawinata, mengatakan meski pengerjaan ruas jalan tersebut telah diputus kontrak sejak 30 Maret 2020 lalu, namun pihaknya tetap bertanggungjawab untuk membersihkan sisa material.

“Kami sudah menurunkan alat-alat berat dan terus melanjutkan perbaikan, agar material yang masih menumpuk akibat pemutusan kontrak tidak mengganggu pengguna jalan,” kata Gusti, Selasa (28/7/2020).

Gusti menjelaskan, paket pekerjaan jalan Ende-Detusoko-Wologai, dikontrakkan tahun anggaran 2019 yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) dengan nilai kontrak sebesar Rp 15,7 miliar. Setelah diberi kesempatan melalui mekanisme peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 234/PMK.05/2015, namun pekerjaan tersebut tidak selesai.

Karena itu, sesuai perjanjian kerja, maka dilakukan pemutusan kontrak serta proses selanjutnya di Jakarta. Dalam proses pemutusan kontrak maka kepastian kemajuan pekerjaan (progress) yang diakui para pihak sangat dibutuhkan sebagai acuan untuk proses selanjutnya.

“Kami masih menunggu rekomendasi tindak lanjut setelah dilakukan pemutusan kontrak,” tandas Gusti.

Sejak tahun 2017 sampai tahun 2020, pelebaran jalan akses Kelimutu tetap diprioritaskan BPJN NTT dan diharapkan tahun ini selesai. Demikian juga ruas Ende-Detusoko-Wologai dilakukan kontrak untuk pelebaran jalan melalui SBSN, namun sangat disayangkan tidak selesai sehingga dilakukan pemutusan kontrak.

Untuk mengantisipasi kondisi jalan Ende-Wolowaru, junction Kelimutu agar tetap baik, BPJN NTT memprogramkan pada tahun anggaran 2020 ada dua paket pekerjaan sifatnya padat karya yaitu pemasangan batu mortar untuk drainase sebesar Rp 4 miliar dan pengasapalan jalan dengan campuran aspal Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) dengan nilai Rp 3 miliar.

Pantauan wartawan, ruas jalan dari Ende menuju Wolowaru selanjutnya ke Maumere, Kabupaten Sikka dan ke Danau Kelimutu secara umum cukup baik, tidak ditemukan jalan rusak dan berlubang.

Hanya saja, masih ada material pelebaran jalan yang tertunda akibat pemutusan kontrak, namun sudah dipinggirkan agar tidak mengganggu akses masuk ke beberapa jalan desa. (YB)

Loading...