Laksi Minta Iklan Tokopedia Boyband Korea Ditarik, Sebab Berbau LGBT

12759
Boyband Korea yang jadi bintang iklan Tokopedi. Foto: tokopedia.com

Jakarta – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (Laksi) mendesak Tokopedia menarik Iklan Tokopedia yang menampilkan Boyband Korea, sebab diduga mengarah kepada kampanye LGBT. Laksi berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dapat mencabut iklan dari Tokopedia tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator Aksi, Zoel Nasution didampingi Azmi Hidzaqi Ketua Umum Laksi dalam rilisnya, Kamis (08/01/2020).

“Diharapkan bangsa ini dapat terlindungi terhadap anak dan remaja yang rentan menduplikasi perilaku menyimpang LGBT. Karenanya, baik televisi maupun radio, tidak boleh memberikan ruang yang dapat menjadikan perilaku LGBT itu dianggap sebagai hal yang lumrah,” katanya.

Menurut Zoel, aturan dalam P3 & SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan atau membenarkan perilaku tersebut. Selain itu, kami juga mengingatkan bahwa dalam Undang-undang Penyiaran juga menegaskan bagaimana tujuan penyelenggaraan penyiaran, yakni salah satunya untuk terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa.

“Kami meminta kepada Tokopedia untuk membuat iklan yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan budaya bangsa, kami meminta agar Tokopedia menggunakan hati nurani dalam membuat iklan agar turut serta menjaga budaya bangsa ini agar tidak mengarah kepada perilaku yang menyimpang dan kurang menghargai budaya bangsa sendiri,” desaknya.

Sedangkan kata dia, KPI sebagaimana dilaporkan di situs resminya, memberikan imbauan kepada semua lembaga penyiaran untuk tidak memberikan ruang yang menampilkan praktik, perilaku dan promosi LGBT. Promosi yang dimaksud dapat dilihat dari aspek judul/tema, narasi, pembawa acara, keberimbangan narasumber dan durasi dalam menyampaikan pendapat dan kesimpulan yang memuat pesan bahwa LGBT sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan.

“Sesuai dengan fungsinya, KPI kembali mengingatkan kepada semua media agar tetap mematuhi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 (UU Penyiaran) bahwa semua media berfungsi membentuk watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa,” tandasnya.

Zoel menambkan bahwa, Laksi menuntut agar Tokopedia menarik seluruh iklan di media elektronik dan iklan di media luar ruangnya karena figur yang menjadi bintang iklannya mengarah kepada perilaku menyimpang dan mendorong kehidupan liberal dan mengarah kepada perilaku LGBT. Bagi masyarakat muslim Indonesia kami juga mengecam iklan yang dibuat Tokopedia yang secara sengaja memberikan ruang kepada Boyband Korean BTS yang berpenampilan dan gaya hidupnya mengkampanyekan  LGBT.

“Kami keberatan dengan kampanye LGBT ala Tokopedia ini, cabut izin Tokopedia karena melakukan kampanye budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi adab,” tambahnya.

Seharusnya kata Zoel, Tokopedia tidak menampilkan artis Korea yang tidak sesuai dengan akar budaya bangsa Indonesia, kami akan mengkampanyekan boikot Tokopedia yang sudah secara terang terangan memberikan ruang kepada Boyband yang mengkampanyekan LGBT secara terang terangan, jelas ini akan merusak perilaku dan budaya bangsa kita.

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bangsa ini nanti kalau seandainya sikap dan gaya hidup dari LGBT tersebut berkembang biak di Negeri tercinta ini,” pungkasnya.

Rencananya demi menjaga akhlak dan moralitas bangsa kita akan ambruk dan rusak luar biasa. Dan atas dasar tersebut, maka laksi akan melakukan aksi massa memboikot iklan Tokopedia.

“Laksi mengundang kawan-kawan media untuk peliputan kegiatan aksi yang akan dilaksanakan pada Kamis/ 9 Januari 2020, Titik Aksi: Tokopedia Tower, Waktu: 13. 00 Wib s.d. Selesai. Adapun tuntutannya adalah Tarik Iklan Tokopedia yang menampilkan Boyband Korea Karena Adanya Dugaan yang mengarah Kampanye LGBT,” pungkas Zoel menggebu-gebu penuh semangat 45. (red)

Loading...