Kiai Ma’ruf Belum Mau Disapa ‘Siap Wapres

11
Banner bergambar

TOPIKINI – “Siap, Wapres!” terdengar suara seorang pria cukup keras di tengah sambutan Kiai Ma’ruf Amin dalam acara syukuran Pemilu 2019 di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kontan saja seluruh hadirin tertawa mendengar ucapan itu.

Pasalnya, hanya beberapa detik sebelumnya, Kiai Ma’ruf dalam sambutannya justru sudah mewanti-wanti agar jangan dulu dirinya dipanggil wapres. Namun tak disangka, justru ada yang menjawab lantang, “Siap Wapres!”

“Saya meminta kepada kiai dan masyarakat untuk tidak memanggil saya dengan sebutan Wapres dulu, karena kita semua masih menunggu penghitungan suara oleh KPU,” kata Kiai Ma’ruf di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, (22/04/2019)

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal, dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar.

Kiai Ma’ruf menolak dipanggil wapres saat ini lantaran kemenangan paslon 01 Jokowi-Amin masih bersifat sementara. Yaitu baru merujuk hasil hitung cepat (quick count) dari pollster atau lembaga polling.

Kendati semua lembaga polling kredibel menempatkan Jokowi-Amin sebagai pemenang Pilpres 2019 versi quick count, namun Kiai Ma’ruf tetap enggan jika saat ini ada yang memanggilnya wapres atau pak wapres.

Sebab, ucap Kiai Ma’ruf, hasil penghitungan riil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga kini belum selesai dan hasil akhirnya baru akan diumumkan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf menyatakan ia bersyukur karena Jokowi dan dirinya berhasil meraih perolehan suara tertinggi versi quick count. Namun, kata dia, yang menjadi acuan resmi tetap hasil penghitungan riil KPU untuk menetapkan pemenang Pilpres 2019.

“Oleh karena itu, jangan panggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU real count-nya,” kata Mustasyar (penasehat) PBNU itu.

Kiai Ma’ruf juga mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pemilu presiden yang berjalan, aman, tertib, jujur, dan adil.

“Saya mengucapkan puji syukur, karena dari hasil ‘quick count’, ternyata memenangkan pasangan capres-cawapres 01,” katanya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu juga bersyukur karena selama menunggu proses penghitungan suara di KPU, masyarakat tetap tenang dan kondusif.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf juga mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU). “NU kali ini utuh dan kompak. Peran NU dalam pilpres luar biasa,” katanya.

Kiai Ma’ruf pun mengajak seluruh keluarga besar NU untuk ikut mengawal dan merawat negara Indonesia ke depan. “Agar Indonesia terus aman dan damai, tidak ada konflik-konflik dan lebih sejahtera,” katanya.

Sebelumnya Jokowi juga meminta masyarakat agar sabar menunggu hasil resmi dari KPU. Ia bahkan menyampaikan hal itu sejak hari H pemungutan suara, 17 April 2019, beberapa saat setelah melakukan pencoblosan.

“Dari indikasi exit poll dan quick count tadi sudah kita lihat semuanya, tapi kita harus bersabar, bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi,” kata Jokowi dalam pernyataannya di Djakarta Theater, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu sore (17/4/2019).

Jokowi saat itu juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk kembali bersatu sebagai sebangsa dan setanah air setelah bersama-sama melaksanakan pileg dan pilpres. (red)

Loading...