Ketua Umum For BeJo Dukung Aksi Unjuk Rasa ARJ, Tuntut Novel Baswedan Dipecat

290

Jakarta – Organ For Belakang Jokowi (BeJo) yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) mendukung dan terlibat dalam aksi demontrasi di depan kantor KPK, Senin (16/09/2019). Sugeng Budiono Ketua Umum For BeJo ikut berorasi dan menyampaikan aspirasinya.

“KPK sudah terpilih 5 pimpinan yang baru lewat hasil seleksi di DPR RI, akan tetapi telah mempunyai pemimpin yang baru, akan tetapi KPK masih masih diisi pegawai-pegawai yang berpolitik dan terlibat kepentingan politik,” kata Sugeng menjelaskan.

Menurut, Sugeng sapaan akrabnya, orang-orang di wadah pegawai KPK, kita ketahui selama ini merekalah yang mengatur keputusan KPK. Katanya, merekalah yang mengatur dalam tebang pilih kasus mana yang diinginkan.

“Di KPK ada orang Novel Baswedan, dialah yang telah menghina Presiden Jokowi. Dia mengatakan bahwasanya para koruptor banyak berterimakasih kepada Presiden Jokowi. Sungguh kurang ajar,” teriak Sugeng dengan nada tinggi.

“Kami sangat tahu seorang Novel Baswesan sampai saat ini memiliki rekam jejak yang tidak bersih malah menuding Jokowi didukung koruptor. Novel Baswedan memiliki kasus salah tangkap dan penyiksaan tahanan sampai meninggak dunia dua orang,” urainya.

Karena itu For BeJo sebagai relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) sangat mengecam penyataan seorang Novel Baswedan yang menghina Jokowi. Menurutnya, dirinya menilai ada pembangkangan di internal KPK.

“Novel Baswedan harus bertanggungjawab atas penyataannya. Karena itu Novel Baswedan harus di pecat sebagai penyidik KPK” tandasnya.

Kata Sugeng, ARJ menuntut, Pecat Novel Baswedan dari KPK, Bubarkan wadah pegawai KPK, Mendukung revisi RUU KPK dan meminta KPK bersih dari orang-orang yang terindikasi terjangkit paham radikalisme.

“KPK kedepan harus lebih independen, lebih kuat, lebih efektif dalam penindakan, pencegahan, penyadapan dan pengawasan,” pungkas Sugeng pria asal Kota Batu Jawa Timur ini. (red)

Loading...