Kemenangan 60 % Partai Golkar Sulit Diraih, Jika Bappilu Salah Arah

“Selamatkan Partai Golkar”

Oleh : Lisman Hasibuan, Kordinator Nasional Barisan Muda Golkar (BMG)

Wujud penting ‘Suara Golkar adalah Suara Rakyat’ adalah adanya kehebatan Partai Golkar dengan  kader-kader yang punya idealisme PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela). Bukan hanya sekedar adanya uang yang menjadi sumber-nya. Apalagi uang juga belum tentu dapat dipertanggung jawabkan, karena sering kali kita jumpai ada ‘UANG BERTUAH atau UANG TITIPAN.’ Akan tetapi bukan dari uang atas kepemilikan si Calon-nya langsung.

Kader-kader yang punya integritas dan penuh PDLT Partai Golkar pasti sudah teruji kapabilitas, kredibilitas, dan elektabilitas di mata rakyat. Bukan hanya semata-mata di survey semata, sebab banyak juga lembaga survey pesanan dan titipan kepentingan.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Partai Golkar sangat besar di Kabupaten Kutai Kertanegara. Dimana saat masa kepemimpinan Rita Widyasari Mantan Ketua DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan kader terbaik dimiliki partai berloga beringin tersebut.

Barisan Muda Golkar (BM) meminta Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, agar bisa memperhatikan suara kader Partai Golkar di garda terdepan yang besarkan Partai Golkar. Seperti halnya Pasangan Calon Bupati Kutai Karta Negara Awang Yacoub dan Wakil Bupati Suko Buono.

Awang Yacoub merupakan kader Golkar dan selama ini bersama Rita Widyasari ikut besarkan suara Partai Golkar di Kabupaten Kutai Karta Negara (Kukar) sampai terjadinya 13 Kursi anggota DPRD di Kukar. Bahkan  Partai Golkar Kumar bisa mengusung sendiri kadernya, tanpa harus mendukung kandidat partai lain. Apalagi yang jelas jelas sudah berkhianat terhadap Mantan Ketua DPD I Golkar Prov Kaltim Rita Widyasari yang selama ini besarkan Partai Golkar di Kukar.

Perlu diketahui bersama bahwa Cabup Petahana saat ini bukanlah kader Golkar dan malah yang membesarkan beliau adalah Rita Widyasari yang maju sebagai Bupati Kukar dua periode dan menang. Maka diambilah beliau sebagai pasangan sebagai Wakil Bupati Kukar pada saat itu. Hanya saja di tengah jalan ada insiden, yang akhirnya Rita Widyasari dkk di tinggalkan begitu saja. istilahnyya ‘Air Susu di balas Air Tuba’.

Maka Barisan Muda Golkar meminta kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, agar memilih kader. Jika benar-benar ingin membesarkan Partai Golkar di daerah. Bahkan bukan hanya di Kukar saja, masih banyak catatan yang akan kami publikasikan terkait beberapa daerah. Dimana ada suatu keanehan dan kejanggalan terkait beberapa keputusan yang diambil di Bappilu Partai Golkar terkait Rekom Pilkada Tahun 2020 saat ini.

Karena banyak juga lembaga survey pesanan dan titipan, kita harus bisa obyektif mendorong kader Partai Golkar yang nyata dicintai dan dikehendaki oleh rakyat.

Jika Partai Golkar ingin menang 60%, maka saatnya kita sekarang bicara apa yang dimaui oleh rakyat. Bukan apa yang dimaui oleh persepsi Bapilu semata. Maka carilah pemimpin-pemimpin yang dikehendaki rakyat, khusus rakyat Kutai Kartanegara yang butuh figur seperti Alm. Syaukani Hasan Rais, Rita Widyasari. Dimana mereka memiliki kredibilitas kepeminpinan, PDLT, tidak menca-mencle loncat sana-sini, dan terakhir dicintai rakyatnya.

Partai Golkar Kutai Kartanegara mencapai masa keemasannya pada saat dipimpin duet Rita Widyasari sebagai Ketua dan Awang Yacoub Luthman sebagai. Sekretaris dengan perolehan kursi DPRD Kukar di 2009-2014 sejumlah 12 kursi, 2014-2019 sejumlah 19 kursi dan 2019-2024 sejumlah 13 kursi.

Selain berpengalaman sebagai anggota dan Ketua DPRD Kutai Kartanegara selama 2 periode, Awang Yacoub Luthman juga sempat menduduki jabatan eksekutif sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam selama 2 periode. Dimana pada awal memimpin PDAM tingkat layanan air di Kutai Kartanegara hanya terpaku pada Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya. Bahkan bisa membenahi layanan PDAM lebih baik dan sampai akhir tugasnya beliau berhasil membangun pipa jaringan air sebagai layanan PDAM di seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara.

Menilik perjalanan karier Calon Wakil Bupati Suko Buono, sejak tahun 1985 dirinya sudah berkiprah sebagai PNS/ASN. Sepertinya, pasangan inilah yang akan mengembalikan kejayaan Kutai Kartanegara dan khususnya Golkar pada masa yang akan datang. (red)

Editor: RB. Syafrudin Budiman, SIP

Loading...