Kasus dugaan korupsi bansos terungkap di Dharmasraya

398

TOPIKINI.COM – Secara meraton kasus dugaan korupsi kasus Bantuan Sosial (Bansos) pengadaan sapi tahun anggaran 2010 Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya,Sumatera barat melimpahkan tersangka dan ke meja hijau.Semetara ini satu orang pelakunya di tetapkan menjadi tersangka,yang telah melakukan pemeriksaan oleh penyidik kejakasaan pada hari jumat (05/10) di ruangan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya.

Kasi Intel Kejari Pulau Punjung, Ridwan Joni, SH.MH, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses penyidikan dengan pengumpulan saksi-saksi termasuk tersangka, dan barang bukti.
“Prosesnya penyidikan sudah rampung, kita lanjutkan penyerahan berkas tersangka ke JPU,” katanya,

Ditambahkan setelah di lakukan penyididkan dan pemeriksaan ini selanjutnya dilakukan upaya penahanan tersangka ke Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air, Padang selama 20 hari ke depan.
“Penuntut umum mempunyai kewengannya untuk melakukan penahanan selama 20 hari ke depan untuk mempersiapkan penyusunan dakwaan,” jelasnya.

Pelaku yang dugaan korupsi kasus Bantuan Sosial (Bansos) tersebut bernama Imam Mustolihan (50) waktu itu menjabat ketua kelompok diduga menyalahgunakan dana program penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan, Bansos Peternakan Tahun 2010 di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Koto Besar,
Dalam hasil pemeriksaan dan berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) negara mengalami kerugian mencapai Rp269 juta dalam kasus tersebut.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dimana ada kejanggalan dalam proses pengadaan, setelah dilakukan telaah awal ditemukan adanya dugaan pidana,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Menurutnya tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru pada kasus bansos yang telah menyeret ketua kelompok tersebut.”Itu tidak tertutup kemungkinan, nanti kita lihat dalam proses persidangan,”katanya.

Pelaku di dijerat pasal 2, 3, dan 4 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal kurungan 20 tahun penjara, katanya.(mas_ek)

Loading...