Karena Cemburu, Warga Solok Dibunuh dan Dikubur dalam Septikteng

87

TOPIKINI.COM – Polisi jajaran polres Solok kota Sumatera Barat, berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang terjadi Selasa lalu (13/03/2018). Korban dipukul menggunakan batu, kemudian dimasukkan kedalam karung dan dikubur di saptikteng. Dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku, berhasil ditangkap di daerah Mojokerto Jawa Timur disebuah kebun tebu milik familinya.

Dua orang pelaku adalah Awi Suyitno dan keponakannya Alfredi berhasil ditangkap aparat kepolisian polres Solok kota disebuah perkebunan tebu yang ada didaerah Mojokerto. Jumat (16/03/2018) keduanya tiba di Mapolres Solok Kota setelah diterbangkan dari Surabaya.

Kedua pelaku ini diduga telah melakukan pembunuhan terhadap Pariyatin alias Pak De Atin warga transat, kelurahan Kampung Jawa, kota Solok dengan cara memukul korban dengan batu, kemudian memasuk kan korban kedalam karung plastik dan menimbunnya di dalam septic tank.

“Dari hasil otopsi mengatakan, korban mengalami luka robek pada dahi, kemudian gigi atasnya patah empat, luka robek di kepala ada tujuh, kemudian tengkorak diatas telinga kanan retak, kemudian ada pengumpalan darah di paru-paru,” jelas AKBP Dony Setiawan, Kapolres Solok Kota, kepada wartawan Jumat (16/03/2018).

Dari keterangan tersangka, korban merupakan teman dekatnya. Namun diduga bermotif cemburu, tersangka kemudian nekat membunuh korban. Untuk melakukan aksinya, pelaku mengajak keponakannya sendiri.

“Modus sekalian motif, tersangka ini mencemburui korban, karena korban secara terang-terangan mempunyai hubungan dengan istri tersangka,” lanjut Kapolres.

Setelah melakukan pembunuhan tersebut, tersangka kemudian melarikan diri kedaerah Sijunjung. Kemudian mereka pun melanjutkan pelariannya ke daerah Mojokerto Jawa Timur. Namun dengan kesigapan arapat serta koordinasi yang dilakukan dengan berbagai pihak, akhir nya pelaku berhasil ditangkap di sebuah perkebunan tebu milik keluarganya di daerah Mojokerto.

“Kita menemukan tersangka disembunyikan keluarganya di ladang tebu desa Gentong kecamatan Glanggu kecamatan Mojokerto,” tambah Donny.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah batu yang digunakan pelaku , kain berkas bercak darah, cangkul  serta beberapa uang milik korban. ke dua pelakupun diancam dengan pasal 338 kuhp dengan ancaman 15 tahun penjara dan 340 kuhp dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.(Garnadi)

Loading...