Jual Daging Satwa Langka, Warga Sijunjung Ditangkap Polisi

157

TOPIKINI.COM – Tim Polres Sijunjung mengamankan satu orang yang diduga menyimpan dan mengedarkan daging hewan yang di lindungi atau satwa langka di komplek perumnas Batang Kalang, Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, Rabu siang (17/01/2018).

Operasi ini dipimpin lansung oleh Kapolres Sijunjung, AKBP H.Imran Amir, SIK, MH, bersama Kasat Reskrim Iptu Wawan Darmawan, SIK, Kapolsek Kamangbaru, AKP Lazuardi, Kasat Intel Iptu Adisman, Paur Humas Iptu Nasrul dan Kasat Lantas AKP Afrino Chan dan sejumlah anggota Polres Sijunjung.

Dalam penangkapan tersebut puluhan kilogram daging hewan yang dilindungi ditemukan dalam alat pendingin milik pelaku.

Kapolres Sijunjung, AKBP H.Imran Amir, SIK, MH, mengatakan, penangkapan ini berkat adanya informasi dari masyarakat, bahwa pelaku dicurigai menyimpan dan mengedarkan daging hewan yang di lindungi.

“Berkat informasi tersebut, kita melakukan penyilidikan, dan ternyata memang betul sekali bahwa pelaku yang bernama Ramli, 55 tahun, diduga menyimpan dan mengedarkan daging hewan yang di lindungi dan kita menemukan barang bukti dalam lemari pendingin sebanyak puluhan kilogram daging hewan trenggiling dan beruang dan yang lainnya,” terang Kapolres Sijunjung, AKBP Imran Amir, SIk,MH.

Daging satwa langka tersebut di antara hewan trigiling dan beruang serta ada beberapa yang lainnya belum diketahui.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, ia sudah melakukan aktifitasnya itu sejak 2 tahun belakangan. Pelaku memperoleh satwa hewan langka itu dari para penjual dari Jambi, Pekanbaru dan dari Sumatera Barat sendiri. Dibeli dari penjual dengan harga kisar Rp270 ribu/kg.

Daging satwa tersebut dijual pelaku ke provinsi tetangga dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 2 juta perkilogram.

“Saat ini barang bukti dan pelaku kita amankan ke polres Sijunjung dan pelaku sendiri di jerat dengan UU No 5 tahun 1990 tentang KSDAE PP No 7 tahun 1999, tentang hewan yang di lindungi dengan ancaman di atas 10 tahun,” pungkas Kapolres.(Mas Ex)

Loading...