Jembatan Sungai Dareh di Lintas Sumatera Difungsikan Sementara Urai Kemacetan Mudik

89
Bupati Dharmasraya berpose diatas jembatan Sungai Dareh

TOPIKINI – Untuk mengurai kemacetan jalan lintas Sumatera saat arus mudik, jembatan Stayed Cable di kabupaten Dharmasraya, difungsikan sementara. Jembatan hanya dibuka selama sembilan hari setelah tes pendahuluan uji beban oleh Kementrian PUPR jumat siang (31/05/2019).

Cara petugas Kementerian PUPR melakukan uji beban jembatan Sungai Dareh ini yaitu truk-truk dengan beban berat, dijajal melintasi jembatan, untuk mengetahui kemampuan daya beban jembatan sebelum di operasikan. Dijadwalkan jembatan baru ini mulai berfungsi pada satu Juni hingga sembilan Juni mendatang.

Pefungsian jembatan ini setelah dinyatakan lolos tes pendahuluan uji beban, oleh Satker Balai Jalan Nasional Kementrian PUPR, bersama pemerintah daerah kabupaten Dharmasraya.

Loading...

Karena terbatas untuk kebutuhan arus mudik, jembatan belum diizinkan dilewati kendaraan berat seperti truk.

“Alhamdulillah selesai juga jembatan ini. Kita dari pemda kabupaten Dharmasraya sedang melakukan persiapan menyambut para pemudik yang pulang kampong pada tahun 2019 ini, dan insya Allah tanggal 1 Juni kita akan buka jembatan ini untuk pemudik yang akan melewati jalur ini, semoga setelah dibuka jembatan ini bias mengurai kemacetan,” ucap Sutan Riska Tuanku Kerajaan, bupati Dharmasraya.

Jembatan sungai dareh dengan panjang 120 meter, mulai dibangun pada tahun 2015, dengan biaya mencapai Rp 91 milyar. Jembatan kabel ini merupakan yang pertama di Sumatera Barat.

“Pra tes ini tujuannya adalah untuk melihat kemampuan struktur jembatan dengan rencana open trafick jalur Sungai dareh ini selama mudik lebaran dari H-5 sampai H+5. Dari hasil tes ini didapati hasil yang memenuhi secara tekhnis, sehingga dengan mengacu hasil tes tadi jembatan ini sudah bias dioperasikan sementara,” ujar Agung Setiawan, Kasatker Balai Jalan Nasional Kemen PUPR.

Jembatan Sungai Dareh ini merupakan jalur penting di jalan lintas sumatera, karena terletak di tengah-tengah pulau Sumatera. Biasanya, jalur ini selalu padat dan selalu terjadi kemacetan setiap masa mudik lebaran, karena jembatan lama yang sempit.(art)