Jembatan Darurat Kayu Tanam Sudah Bisa Dilewati, Kendaraan ini yang Boleh

161

TOPIKINI.COM – Jembatan darurat di Kayu Tanam kabupaten Padang Pariaman, Minggu siang (16/12/2018) resmi dibuka. Jalur penghubung Padang – Pekanbaru ini sudah bisa dilewati kendaraan roda empat hingga roda enam. Pembukaan jembatan darurat ini molor delapan jam, dari target yang ditentukan Menteri PUPR.

“Sebetulnya kita ada penundaan delapan jam kemaren, sebetulnya target pak menteri itu kemaren seharusnya, karena hambatan hujan lebat kita baru hari ini bisa, kita tidak buang waktu lagi, karena sudah banyak tumpukan kendaraan di sana, kita buka dulu yang dari arah Bukittinggi, nanti pengaturan selanjutnya kita serahkan kepada dinas perhubungan atau satuan lalu lintas, beban sementara kami atur 12 ton dulu, nanti ditentukan kemudian,” jelas Aidl Fiqri, kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 3 Sumbar, saat membuka jalan darurat ini.

Diawali dengan memanjatkan doa, pukul 11.30 wib, jembatan darurat sepanjang 39 meter ini resmi bisa dilewati kendaraan.

Loading...

Awalnya, tumpukan kendaraan dari arah Bukittinggi memulai perdana jembatan ini dilalui kendaraan. Selanjutnya, pengaturan jalur akan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk mengaturnya.

Jembatan di atas sungai kalu kecamatan 2×11 Kayu Tanam ini, putus dihantam banjir bandang Senin (10/12/2018) lalu. Rabu (12/12/2018) pagi petugas dari Balai Pelaksana Jalan Nasional 3 Sumbar, mulai mengerjakan pemasangan jembatan darurat.

Setelah berjibaku selama lima hari, jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian Sumatera Barat ini, bisa dilalui.

“Bagus, berarti kinerja pemerintah untuk mengatasi kemacetan sudah berjalan dengan maksimal, saya kemaren mau ke Padang Panjang aja harus lewat Solok, ditimpa longsor ada yang kena, alhamdulillah berkat kerjasama yang baik dari instansi terkait sudah bisa dilewati sekarang, tadi masyarakat masih ada yang lewat jalur alternatif, karena ini sudah bisa sebaiknya lewat sini saja, karena disana jalannya becek,” kata Asmar Yunus, pengendara yang datang dari arah Bukittinggi.

Jembatan darurat ini dibatasi untuk kendaraan dengan beban maksimal 12 ton. Saat ini masih diberlakukan sistem buka tutup, sembari pekerjakan dibagian ujung-ujung jembatan.

Selanjutnya, kendaraan dari arah kota Padang menuju Bukittinggi, diutamakan melalui jembatan ini. Sementara arah Bukittinggi – Padang, atau untuk kendaraan beban berat seperti truk, diarahkan melewati jalur Sicincin – Malalak.(art)