Jangan Biarkan Lalu Berlalu!

TOPIKINI.COM – Dengan kemiskinan dan keterbatasan, Lalu Muhammad Zohri termotivasi untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Dan itu dibuktikan di kejuaraan lari IAAF World U-20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Lalu berhasil menorehkan sejarah dengan menyabet medali emas lari cepat 100 meter dengan catatan waktu 10.18 detik. Lalu telah mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Apa yang telah dicapai pemuda 18 tahun asal NTB itu bagai pelepas dahaga di tengah kehausan yang panjang terhadap prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia. Ada memang prestasi dunia seperti di cabang bulutangkis dan tinju, tapi beberapa tahun ke belakang sudah mulai tiarap pula.

Sudah terlalu lama rakyat Indonesia mendambakan kibaran bendera Merah Putih dan kumandang lagu Indonesia Raya di panggung-panggung olahraga dunia, barulah sekarang Lalu mewujudkannya.

Rakyat Indonesia euforia menyambut kemenangan Lalu. Gelombang simpati pun mengalir deras. Mulai dari Presiden Jokowi sampai pengacara kondang Hotman Paris langsung memberikan bantuan kepada Lalu. Ada pula yang memberikan hadiah umroh, minimarket, terus pejabat yang menjanjikan pekerjaan sebagai PNS.

Tak lupa TNI merehab rumah Lalu yang memang kondisinya memprihatinkan. Banyak lah hadiah dan bantuan yang akan diterima Lalu. Sehabis ini Lalu akan mengalami perubahan kehidupan yang sangat drastis. Menjadi kaya.

Bukan tidak mungkin sebentar lagi akan kita lihat Lalu hilir mudik di stasiun tivi nasional untuk ikut acara-acara talk show, bahkan bisa jadi akan tekan kontrak untuk sinetron yang mengangkat kisah hidupnya.

Kemudian undangan off air yang tidak terbendung dari pejabat, pengusaha dan politisi, mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Pokoknya acara Lalu padat merayap bak seorang artis, yang banyak fansnya.

Akibatnya, Lalu tidak lagi fokus sebagai atlet dan prestasinya jeblok karena jadwal latihan sudah tidak lagi beraturan. Lama-kelamaan Lalu mati pucuk, hilang ditelan waktu. Sudah banyak contoh yang kita temui selama ini sehubungan ilustrasi di atas.

Di awalnya ketika dalam keterbatasan, motivasinya tinggi. Setelah ada berada, motivasi menjadi turun / hilang akibat konsentrasi yang terpecah.

Sebenarnya ini yang perlu diantisipasi dari Lalu, kadang yang merusak prestasi anak bangsa itu kita-kita juga. Euforia boleh, tapi yang proporsional, dan bahasannya harusnya yang lebih substansi bukan soal yang remeh temeh.

Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga Lalu agar prestasinya dapat terus ditingkatkan. Jangan biarkan Lalu berlalu.(Oleh: Isa Kurniawan)

ISA KURNIAWAN
Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)

Loading...