Jangan biarkan Kebhinekaan Kita Terkoyak

1766

TOPIKINI – Sadar atau tidak kita sadari banyak bangsa lain yg “cemburu” dengan keberagaman suku negara kita, dengan 700 lebih suku bangsa, walalu bukan yang terbanyak namun dari Pasifik hingga Afrika hanya Indonesia yang menjadi “Rumah” untuk dua Ras yang berbeda yaitu Melanesia dan Austronesia, sesuatu yang sulit dilakukan oleh negara manapun di dunia ini.

Sudah beratus-ratus tahun kita hidup bersama mulai dari zaman nenek moyang “sorang pelaut” ke zaman Sriwijaya, lalu Majapahit hingga sekarang bernama Indonesia. Sejarah mencatat para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Palembang, Sumatra Selatan, mengirimkan persembahan kepada kerajaan Tiongkok.

Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cenderawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua, yang pada waktu itu dikenal sebagai ‘Janggi’. Begitulah sedikit gambaran kedekatan kita.

Untuk saudaraku Papua “We are One” kita saudara satu rumah dengan jukukan Nusantara. Jika ada kesalahan yang telah terjadi Itu adalah hal yang wajar, sedikit kegaduhan dalam rumah namun akan damai kembali.

Mari kita sama-sama saling intropeksi diri. Kita akan selalu berjumpa di mana-mana. Rasa benci hanya akan membuat rumah kita terasa sempit, sedangankan damai/salam/peace membuat rumah kita terasa lapang.

Ini pesan untuk kita semua, ingatlah keberagaman kita ini sangat mahal, tidak bisa dibeli dengan uang, jangan biarkan negara lain tertawa melihat kita menyianyiakan kekayaan tak ternilai ini. Mari rangkul dan hormati dimanapun kita menemukan saudara kita.

Aceh, Nias, Batak, Melayu, Minang, Jawa, Sunda, Nusa Tenggara, Dayak, Bugis, Maluku, Papua adalah saudara kita. Dari sabang sampai merauke itulah rumah kita.

Loading...