Jalan Amblas di Surabaya, Begini Pernyataan BMKG

85

TOPIKINI. COM- Mencermati peristiwa amblesan tanah yang terjadi di Jalan Raya Gubeng Kota Surabaya dengan kedalaman sekitar 30 meter dan lebar 8 meter, pada tanggal 18 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.41 WIB maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tanggapan sebagai berikut:

1. Berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya tanah ambles.

2. Peristiwa amblesan ini ternyata tercatat 2 kali pada sensor seismik BMKG terdekat yaitu sensor PPJI (Prigen Pasuruan Jawa Indonesia) dengan jarak lurus 48 km. Amblasan pertama tercatat pada pukul 21.41.27 WIB dan amblasan ke dua pada pukul 22.30.00 WIB.

3. Berdasarkan hasil analisis gelombang seismik yang tercatat, diketahui bahwa peristiwa amblesan ini bukan diakibatkan oleh gempa bumi (aktivitas tektonik), hal ini karena: catatan seismik tidak menunjukkan adanya mekanisme penyesaran batuan dan sensor seismik yang mencatat hanya satu sensor di lokasi terdekat amblesan tanah sehingga merupakan aktivitas lokal.

4. Peristiwa ini lebih tepat disebut sebagai amblesan tanah, bukan likuifaksi, karena tidak ada fenomena mencairnya material tanah di lokasi kejadian.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG / RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc)

Loading...