Inilah Generasi Muda Milenial Yang Potensial Menjadi Menteri

Gus Din atau Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) organisasi relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin melukis di kain lukisan mural Jokowi, menggarap massa milenilal di Rumah Aspirasi Rakyat 01 Jl. Proklamasi 46, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (02/03/2019). Foto: RAR/Eben.

TOPIKINI – Inilah hasil Survei yang dirilis Arus Survei Indonesia (ASI) yang diperoleh hasil survei pakar atau publik opinion makers, Kamis (14/3/2019) di Hotel Sofyan, Jl. Cuit Mutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Paparan survei ini didiskusikan dengan menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Jansen Sitindaon Jubir Partai Demokrat, Dedek Prayudi Jubir Partai Solidaritas Indonesia, Abra Eltalattov Peneliti Indev dan Ali Rif’an Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an riset ini dilakukan 26 Februari – 12 Maret 2019. Dengan memakai metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan, meta analisis, ficua group discussion (FGD) dan penilaian para pakar/ public opinion makers.

“Untuk opinion makers dilakukan dengan metode purposive sampling, yakni sampling diambil dengan jumlah yang ditetapkan bukan acak, “jelas Ali Rif’an.

Sesuai rilis tersebut terdapat 110 pakar atau public opinion makers yang menjadi juri penilai yang terdiri akademisi, jurnalis/ tokoh media, pengamat/ peneliti, partai politik, ormas/ LSM, Pengusaha muda/ start up, aktivis mahasiswa/OKP, Budayawan/ tokoh masyarakat, Profesional dan praktisi Pemerintahan.

“Total figur milenial yang dinilai oleh pakar ada 32 figur, yakni 16 dari milenial profesional dan 16 milenial partai, “ungkap Ali.

Sedangkan aspek penilaian figur, tambah Ali Rifan, dibatasi lima aspek yakni: integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, inovasi dan kreativitas, komunikasi publik dan pengaruh sosial dan aspek manajerial dan kemampuan.

“Aspek latar belakang menteri milineal 66% menginginkan profesional, 28% kalangan partai. Sementara aspek yang diinginkan milenial yaitu: kompetensi dan kapabilitas 28%, integritas 20%, inovasi dan kreativtas 18% dan komunikasi publik dan pengaruh sosial 16%, “jelasnya.

Sedangkan rata rata penilaian lima aspek milenial nama Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat) unggul dengan angka 70, 06% disusul Grace Natalie (PSI) 68, 62%, Taj Yasin Maimoen 68, 51 (PPP), Ahmad Hanafi Rais 56, 76% (PAN), Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo 54,54% (Gerindra), Fauzan Rachmansyah 51, 71% (Berkarya) dan Atikah Shalihat 50, 42 (PKS).

Profil Singkat 6 Besar (Milenial Partai) Mencari Figur Milenial Potensial Jadi Menteri hasil rilis Arus Survei Indonesia (ASI) diantaranya, Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Grace Natalie (PSI), Taj Tasin Maimoen (PPP), Diaz Hendropriyono (PKPI), Lukmanul Khakim (PKB) dan Prananda Surya Paloh (Nasdem).

Sementara itu Dedek Prayuda jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan, tampilnya Grace Natalie Ketua Umum DPP PSI sebagai sosok calon menteri dari milenial merupakan hasil kerja keras yang telah dilakukan. Katanya, PSI sebagai partai baru tidak mudah membentuknya, dimana sosok perempuan seperti Grace Natalie tampil sebagai Ketua Umumnya.

“Mendirikan partai tidak mudah, harus dilalui dengan proses yang panjang. Diantaranya proses pendirian partai, verifikasi badan hukum dan verifikasi faktual politik. Di bawah kepemimpinan Grace Natalie sebagai Ketua Umum DPP PSI menunjukkan dirinya tampil sebagai politisi handal,” puji Dedek.

Menurutnya, kalaupun Grace Natalie masuk bursa menteri milenial berdasarkan hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI), dirinya tetap tak pengaruh dan fokus membesarkan partai. Grace Natalie adalah sosok yang cekatan sebagai politisi perempuan dengan isu-isu politik kekinian terutama soal intoleransi dan anti korupsi.

“Kami optimis PSI bisa lolos Parlementary Threshold 4 persen, jika dilihat dari banyaknya survei dan kondisi objektif dilapangan,” pungkas pria tampan ini. (red/br)

Loading...