HIPMI Protes Maraknya Naker Cina di Indonesia

TOPIKINI.COM – Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia memprotes kepada pemerintah, terkait maraknya tenaga kerja asal Cina, yang mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Walaupun dananya berasal dari Cina, HIPMI menginginkan adanya keterlibatan tenaga kerja Indonesia yang memiliki spesifikasi yang mampu mengerjakan proyek-proyek tersebut.

Maraknya investasi dari Cina yang menggarap proyek-proyek infrastruktur di beberapa wilayah di Indonesia, menjadi kegelisahan tersendiri bagi para pengusaha muda indonesia yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI. Pasalnya, investor swasta dari negeri tirai bambu tersebut, juga membawa tenaga kerja dari negerinya sendiri.

Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia, usai membuka Musyawarah Daerah HIPMI Sumatera Barat ke -12 di Padang, Selasa (3/10), mengatakan, pihaknya sudah mengajukan protes kepada Presiden Jokowi terkait hal itu. Menurutnya, salah satu tujuan mendatangkan investasi dari luar negeri adalah menciptakan lapangan pekerjaan.

Boleh-boleh saja tenaga kerja asing masuk, asalkan memenuhi spesifikasi tertentu yang belum dimiliki oleh tenaga kerja lokal. Jika tenaga kerja lokal sudah ada yang memenuhi kriteria yang diinginkan, harusnya lebih diutamakan dari tenaga kerja lokal.

“Kami sudah mengajukan protes kepada Presiden Jokowi. Kami minta agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Sebab, salah satu tujuan masuknya investasi asing adalah terbukanya lapangan pekerjaan,” kata Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI Pusat.

HIPMI Pusat menghimbau kepada pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, untuk memaksa investor asal Cina tersebut, memulangkan tenaga kerja asal Cina, dan diganti dengan tenaga kerja indonesia. (dio)

Loading...