Heboh, Istri Bunuh Suami dengan Kampak di Dharmasraya, Ternyata Begini Kronologisnya

1715

TOPIKINI – Warga kabupaten Dharmasraya, dihebohkan dengan terkuaknya kasus pembunuhan suami oleh istrinya sendiri. Kejadian ini melibatkan sebuah keluarga yang tinggal di komplek perumahan perusahaan perkebunan sawit PT. Sumbar Alam Kencana (PT. SAK) di kecamatan Padang Laweh kabupaten Dharmasraya.

Korban bernama Tehe Zokho Yawa (47th) dan tersangka atau istri korban bernama Sari Isa Laia (43th). Keluarga ini merupakan perantau dari Nias yang tinggal dan bekerja di Dharmasraya.

Kasus ini baru terungkap, setelah tiga bulan berlalu. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 23 Juni 2019, sekitar pukul 21.00 wib. Padahal, korban sudah dikubur istrinya selama tiga bulan, baru terkuak berkat informasi warga yang menanyakan perihal keberadaan korban yang tak masuk-masuk kerja.

Berdasarkan keterangan korban kepada polisi penyidik polres Dharmasraya, pada malam kejadian tersebut suami korban pulang kerumah dalam keadaan mabuk. Ia marah-marah dan mencari istri serta anaknya dengan sebilah kampak ditangan.

Karena ketakutan, istri korban berupaya membela diri dan berhasil merebut kampak tersebut dari tangan korban. Karena tak mau menjadi korban, tersangka kemudian menyerang korban dan melayangkan kampak tersebut di kepala korban, hingga korban tersungkur dan tewas.

Foto Korban dan tersangka

Bersama dua anaknya, tersangka kemudian mengubur jasad korban yang tak lain adalah suaminya sendiri di belakang rumah mereka. Namun serapi-rapinya menyimpan busuk, akhirnya tercium juga.

Kerabat korban Bazishoki Nduru yang pernah menanyakan keberadaan korban, merasa curiga dengan jawaban yang disampaikan pelaku saat ditanya keberadaan suaminya yang sudah lama tak masuk kerja. Selain itu, saat didesak kepada anaknya, terlontar kata bahwa bapaknya sudah dibunuh ibunya sendiri.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, pelaku kemudian ditangkap di rumahnya bersama dua anaknya yang berstatus sebagai saksi.

“Barang bukti yang kita amankan diantaranya satu buah benda tajam kampak dan cangkul serta batu, yang diduga digunakan oleh pelaku. Pelaku di jerat pasal 338 Jo 56 Ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Kapolres Dharmasraya AKBP. Imran Amir, S.I.K.,M.H. (mas_ek)

Loading...