Hati-hati Membeli Olie, Polda Sumbar Ungkap Peredaran Olie Palsu

TOPIKINI.COM – Aparat Direskrim Khusus Polda Sumatera Barat, mengungkap peredaran olie palsu. Olie ini dijual dengan kemasan merek Federal Oil, namun isinya olie biasa.

Tersangka adalah seorang grosir di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, yang selama ini menjadi pelanggan tetap distributor olie federal.

Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Barat, memaparkan hasil pengungkapan peredaran olie palsu bermerek Federal Oil, di Mapolda Sumatera Barat, hari Rabu (28/3).

Ada sekitar 10.512 botol olie palsu yang disita, dari gudang sebuah grosir olie di Kecamatan Lubuk alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut direktur reskrim khusus Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Margiyanta, botol merek federal yang dipakai adalah asli, sedangkan olie yang di dalam botol adalah olie biasa.

Ada dua jenis olie federal yang disita, yaitu federal matic dengan kemasan botol abu-abu, dan ultratec yang berwarna oranye. Peredaran olie palsu ini disinyalir sudah berlangsung selama dua tahun.

Polisi sudah menetapkan Mahmud, 59 tahun, pemilik usaha, selaku tersangka tunggal. Olie ini sendiri didatangkan dari jakarta, dan diedarkan di Sumatera Barat.

Olie palsu ultratec ini dijual dengan harga Rp28.000 hingga Rp31.000. Sedangkan olie federal matic dijual dengan harga Rp29.000 rupiah hingga Rp35.000 rupiah, tidak jauh beda dengan harga olie federal yang asli.

“Jadi modus yang dilakukan tersangka adalah memakai botil olie federal yang asli, yang diisi dengan olie biasa. Olienya sendiri didatangkan dari Jakarta, dan dia sudah beroperasi di Sumatera Barat selama 2 tahun,” kata Kombes Margiyanta, Direskrim Khusus Polda Sumbar.

Menurut kuasa hukum PT Federal Karyatama selaku distributor tunggal Federal oil di Sumatera Barat, tersangka dulunya adalah grosir olie yang turin membeli olie federal di distributor Sumatera Barat.

Namun belakang, tersangka sudah tidak pernah lagi memesan olie federal. Setelah ditelusuri, ternayata tersangka menjual olie palsu dengan merek olie federal,” kata Mohammad Rofiaddin, kuasa hukum PT Federal Karyatama.

Tersangka dijerat pasal berlapis yaitu dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek, Undang-Undang nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri, dan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman keseluruhannya maksimal delapan tahun, dan denda Rp2 miliar. (dio)

Loading...