Haidar Alwi Didukung Relawan Foreder Jadi Wamen BUMN

103
Relawan Foreder dalam sebuah acara kampanye Jokowi - KH. Ma'ruf Amin. Foto: Istimewa.

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Forum Relawan Demokrasi (DPP Foreder) mendukung Ir. H. R. Haidar Alwi menjadi Wamen BUMN. Melalui rapat internal pengurus pusat Foreder sepakat mendukung alumni Elektro ITB ini untuk membantu Menteri BUMN sebagai wakil menteri BUMN dari kalangan Relawan Jokowi.

Dukungan ini dikatakan Aidil Fitri Ketua Umum DPP Foreder, setelah mendapat informasi bahwa Bapak Menteri BUMN memerlukan wamen untuk memaksimalkan kerja sesuai harapan visi Indonesia Maju.

“Untuk itu kami pengurus DPP Foreder mendukung Haidar Alwi sebagai wakil menteri BUMN. Dukungan ini diberikan karena sosok beliau dinilai oleh relawan Jokowi sangat jelas kontribusinya. Serta beliau juga merupakan Penanggung Jawab ARJ (Aliansi Relawan Jokowi) yang menaungi 900 organ relawan se-Indonesia,” terang Aidil Fitri saat ditemui, Kamis (24/10/2019) di Jakarta.

Menurut Kordinator ARJ, sepak terjang beliau dalam menggerakan relawan untu mensukseskan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin sangat jelas dilakukan bersama ARJ. Terutama di teritorial Jawa, Sumatera, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Selanjutnya bukan cuma itu saja, gerakan perlawanan terhadap Radikalisme dan Intoleran terus dilakukan sampai hari ini.

“Dengan masuknya Haidar Alwi untuk membantu Kabinet Indonesia Maju dalam hal ini Wakil Menteri BUMN, otomatis akan mendorong kinerja pemerintah dalam upaya deradikalisasi dan menekan kelompok yang merongrong ideologi Pancasila dan UUD 1945,” tegas Aidil Fitri.

Masuknya Haidar Alwi, kata Aidil Fitri juga akan mewakili unsur relawan yang jelas track record-nya, jelas kontribusi-nya dan selama ini konsisten berjuang mengawal Bapak Jokowi dari awal sampai menang.

“DPP Foreder mendukung Bapak Ir.RH.Haidar Alwi untuk membantu Bapak Erick Thohir sebagai Wakil Menteri BUMN. Kita perlu peran beliau juga yang dikenal sebagai aktivis anti radikalisme, agar bisa membersihkan BUMN dari intoleransi dan radikalisme,” pungkas Aidil Fitri.

Loading...