Gibran Rakabuming Raka Cawalikota Solo Siap Dorong Potensi Wisata Kesenian di Sangkrah

19

Solo – Terus menyerap aspirasi warga secara daring, Gibran Rakabuming Raka (33) calon Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan melanjutkan safari blusukan di RT 1-3 dan 6, RW 13, Sangkrah, Pasar Kliwon, Minggu (18/10/2020) sore. Warga antusias saat melihat kamera virtual box terhubung dengan Gibran, banyak yang langsung menyapa, “Halo, assalammualaikum, Mas Gibran!” ujar warga sambil melambaikan tangan ke kamera.

Bambang Suwarno selaku Ketua RW 13, menyampaikan kondisi perkampungan meliputi kegiatan kesenian di wilayahnya yang masih berjalan sesuai protokol kesehatan. Diketahui, kegiatan kesenian wayang dan karawitan tetap berlangsung setiap Senin, hanya seni tari yang diliburkan.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan warga di kampungnya masih kental akan kesenian budaya lokal.

“Di sini ada Paguyuban Purwadi Surakarta, Mas. Biasa pentas 1 bulan sekali di Balai Kota, tapi sejak Maret sudah berhenti, ya efek pandemi,” ujarnya memberi informasi.

“Paguyuban seniman dalang selama bulan Agustus melakukan kegiatan wayangan secara virtual, tayang selama 1 jam, yang dipentaskan seperti wayang purwa dan wayang langka,” lanjut Bambang yang tampak antusias menceritakan kegiatan di kampungnya.

Gibran pun turut mengapresiasi hal tersebut dan siap mendorong pelestarian seni budaya di perkampungan, “Nggih, itu bagus sekali, Pak. Saya juga sudah bertemu dengan pegiat pariwisata, seniman, budayawan. Kampung-kampung di Solo banyak potensi, untuk dijadikan destinasi wisata,” jelas ayah Jan Ethes itu.

Sementara itu, banyak warga mengeluhkan bantuan sosial pemerintah yang belum tepat sasaran, beberapa warga mengaku hanya dapat sekali-dua kali saja, seperti yang dialami Semi, ia menyebut sudah tidak mendapat BPMKS selama 5 bulan berturut-turut, Pristi yang mengaku belum mendapat bansos sembako, Samanto tidak mendapat BST di gelombang 1-5, dan Yuni Prihatin yang belum mendapat PKH.

Gibran dibantu tim di lapangan mencatat data diri warga sesuai KTP dan nomor HP. Permasalahan lain yang dikeluhkan warga adalah mengenai KIP kuliah, banyak yang belum mengetahui cara mendaftar dan mengajukan persyaratan.

Menanggapi hal itu, Gibran menyarankan agar membuka situs Kemdikbud untuk mengikuti segala petunjuk.

“Segera diurus, ya, Bu. Karena pendaftaran KIP kuliah paling lambar 31 Oktober 2020,” jelas Gibran. (red)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...