Duh…Ridwan Tulus nyaris diusir dari Mesjid di Medan

TOPIKINI.COM – Duh…nyaris diusir dari mesjid pagi ini!…ketika buru-buru turun dari hotel Polonia untuk mengejar sholat Fajar di Mesjid Raya Medan.

Ternyata hari hujan dan terpaksa memesan gocar dan alhamdulillah langsung nyambung hanya saja supirnya datang agak lambat sementara saya sudah mendengar suara azan.

Duh spertinya saya kehilangan fajar..akhirnya ketika sampai dimesjid sang Imam sudah takbir…dalam hujan saya lari kemesjid tapi tiba-tiba sang penjaga mesjid dengan suara keras mencegat saya.

“Bapak mau kemana?” Karena dia melihat saya masih bercelana pendek…baru dia tersenyum ketika saya mengeluarkan sarung dari tas saya dan langsung memakainya dan langsung buru-buru sholat.

Ketika selesai sholat dan mau keluar seseorang memberikan sebungkus nasi dan teh panas. Gratis! Dan saya melihat diberanda semua yang dimesjid lagi menikmati sarapannya.

“subhanallah…siapa lelaki yang dermawan ini!”

Saya langsung cari tahu…namanya pak Syaiful pemilik Kembar Ponsel yang setiap jumat Subuh melakukan aksi sosialnya.

“duh luar biasa!” hari masih hujan..dan saya melihat ada betor parkir satu didepan mesjid..tapi tidak ada pilotnya…lalu saya tanya siapa pemilik betor tsb dan penjaga mesjid langsung memanggil bang Ucok yg lagi dimesjid dan membawanya pada saya…lalu saya meminta tolong kedia untuk membawa saya ketempat sarapan yang enak dan memintanya untuk menemani saya sarapan…dia langsung membawa saya ke Sinar Pagi.

Dia hanya minta teh manis karena sudah sarapan dimesjid katanya…dari bang Ucok inilah saya banyak dapat cerita…dan lucunya setelah dia tahu saya urang Minang dia ngaku bahwa namanya Ajo Syawal urang Piaman..ondeh mande!

Ridwan Tulus dan Ucok (dibelakang)

Dan sebelum kehotel dia menawarkan saya untuk melihat rumah Tjong A Fie seorang Tionghoa yang sangat dermawan yg dilahirkan di Mei Shien China 1860 dia telah membuat Mesjid Lama gg Bengkok Kesawan 1884, Vihara Kwam Im 1879 dan Jembatan Kebajikan (Titi Beliani 1917).

“subhanallah di hari Jumat yang penuh berkah ini saya dikenalkan dengan orang-orang yang luar biasa yg perlu ditauladani.”

Semoga saya bisa mengikuti jejaknya sesuai anjuran Rasulullah…dan terima kasih banyak Ajo Syawal…bagi orang lain kamu hanyalah seorang pengemudi betor…tapi saya banyak belajar darimu bagaimana menyelamatkan wanita yg terjerumus kedunia hitam dan menjadikan dia menjadi istrimu dan menjadikan seorang mualaf!!..dan saya tidak akan lupa ketika sampai mengantarku kehotel kembali dan kau memelukku…suatu perjalanan “wisata” yang sesungguhnya!!

Maafkan bapakmu anak-anakku Augia Tulus Purisa Dwigita Purisa Rizky Ramadhan dan Dhruva Tulus Purisa yang mungkin merasa tidak terlalu mempedulikanmu…semoga suatu saat kau mengerti…tentang nikmatnya berbagi!…” dan jika untung malang menghampar aku kekuburan dangkal…ingatlah sebisamu…segala yang baik…dan cintaku yang kekal!’

Oleh: Ridwan Tulus (19/10/2018)

Loading...