Dokter dilaporkan Surya Mahasiswa atas Dugaan Penggunaan Gelar dokter spesialis dan sub Spesialis Palsu

Jakarta – SURYA MAHASISWA (Suara Rakyat & Mahasiswa) Serahkan Berkas Laporan Dugaan Penggunaan Gelar palsu oleh Salah satu Dokter di RS.Grha Kedoya, Jumat (07/08/2020).

Dalam proses pelaporkan tersebut, Surya Mahasiswa sempat melakukan aksi diluar halaman kantor Polres Jakarta Barat dengan membentangkan spanduk yang isinya meminta Usut tuntas dugaan penggunaan gelar palsu dokter.

“Kami meminta pihak kepolisian Jakarta barat Untuk mengusut tuntas atas dugaan penggunaan dan penyalahgunaan gelar palsu dokter spesialis toraks kardiovaskular,” ujar Zulfikri selaku koordinator Aksi.

perwakilan pemuda dan mahasiswa yang di terima masuk untuk gelar perkara laporan tersebut menjelaskan mengenai dugaan penyalahgunaan gelar dokter spesialis dan sub spesialis yang pernah dipakai Liem Kian hong.

Jojo, selaku perwakilan OKP yang tergabung dalam Surya Mahasiswa menjelaskan bahwa ada dugaan Dokter liem kian hong menggunakan gelar Spesialis dan sub spesialis palsu untuk kepentingan pribadi yang melanggar beberapa aturan perundang-undangan.

“Kami menduga liem kian hong menggunakan gelar palsu untuk kepentingan Pribadi dan merugikan masyarakat, bahkan salah satu data temuan kami menjelaskan liem kian hong pernah tercantum menggunakan Gelar SpBTKv sebagai salah satu tenaga ahli dalam ETHICAL DIGEST yaitu Semi Jurnal Farmasi Kedokteran yang telah memiliki nomor seri ISSN” Ungkap jojo

Lebih lanjut Jojo Menjelaskan bahwa selain melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia, liem kian hong juga diduga melanggar UU praktik kedokteran, Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan UU tentang Pendidikan Tinggi, yang kesemuanya itu diduga untuk memperoleh keuntungan pribadi dan pembohongan kepada masyarakat.

Selain itu Dwiki Presiden Mahasiswa UNKRIS yang ikut dalam pelaporan tersebut menjelaskan kepada awak media bahwa Surya Mahasiswa akan senantiasa mengawal proses laporan tersebut sampai tuntas sehingga nantinya tidak ada masyarakat atau lembaga yang di bohongi lagi.

“kami akan mengawal laporan tersebut hingga tuntas dan akan menyampaikan juga laporan yang sama dengan tambahan bukti-bukti lainnya kepada IDI, Konsil Kedokteran Indonesia, Kementerian terkait serta DPR RI yang membidangi Kesehatan dan Pendidikan agar dilakukan penertiban dokter-dokter di seluruh Indonesia sehingga masyarakat Indonesia terjamin kesehatannya dengan dokter yang mumpuni dari segi kapasitas pendidikan dan gelarnya.” tutup Dwiki. (red)

Penulis: Harjono

Loading...