Diskusi Kebangsaan yang digelar oleh PW. NU Kalbar dan Komunitas Jagat Pramudita

34

Pontianak – Pada Sabtu, 5 Desember 2020, pukul 13.00 WIB di Hotel Neo, Jln. Gajahmada, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalbar telah diselenggarakan kegiatan *DISKUSI KEBANGSAAN* dengan topik _“MENGKAJI DAN TAFSIR ULANG NILAI-NILAI KEBANGSAAN DALAM PERSPEKTIF PERGURUAN TINGGI PADA ERA DIGITAL”_ Kegiatan tersebut digelar oleh PW. NU Kalbar dan Komunitas Jagat Pramudita dan diikuti oleh ± 100 orang yang dilakukan secara tatap muka dan Virtual.

Hadir diantaranya sebagai berikut :

1. Pangdam XII/Tanjungpura, diwakili oleh Pasahli Pangdam XII/Tpr Bid. Ekonomi Kolonel Inf Agus S.Ip
2. Kapolda Kalbar, diwakili oleh Wadir Binmas Polda Kalbar AKBP M. Nasir
3. H. Hildi Hamid, Ketua PW NU Kalbar (secara Virtual)
4. Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. H. Garuda Wiko. SH, Msi, FCBAr (Narasumber)
5. Rektor Universitas Nahdatul Ulama, Dr. Rachmat Sahputra, M.Si (Narasumber)
6. Rektor Universitas Muhammadyah Pontianak, Dr. Doddy Irawan, ST, M.Eng (Narasumber)
7. Dansub Satgas Majapahit XX/Kalbar, Letkol Arm Mirwanto
8. Pabandya Komsos Sterdam XII/Tpr, Mayor Inf Basyuni
9. Ketua Komunitas Jagad Pramudita, Happy Hendrawan
10. Perwakilan Aktivis, Mahasiswa, Ormas Kamijo dll

Rangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Pembukaan
2. Laporan Ketua Panitia
*3. Sambutan dan pembukaan oleh Ketua PWNU Kalbar Hildi Hamid :*

a. Sebagai sebuah negara yang plural gerakan identitas akan sangat baik dan bermanfaat sebagai bentuk keberagaman namun yang ada justru sebaliknya berpotensi terjadinya pembelahan dan intoleransi

b. Nahdlatul Ulama sebagai salah satu Ormas Islam terbesar sejak awal dengan tegas berada dalam posisi yang selalu merangkul dan berdasar pada keberagaman, sebagai modal terwujudnya Kesatuan dan Persatuan, hal tersebut tercermin pada Nahdlatul Ulama yang menegaskan bahwa Hubbul Wathon Minal Iman

c. Terkait dengan Kalimantan Barat bersama dengan komunitas Jagad Pramudita, mencoba merajut kembali tumbuh berkembangnya nilai-nilai kebangsaan kita sebagai langkah awal, kegiatan ini mencoba untuk refleksi nilai-nilai Kebangsaan di lingkungan Perguruan Tinggi karena Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan tertinggi yang mencetak calon-calon pemimpin bangsa oleh karena itu perlu ada diskusi bersama

d. Bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat tumbuh berkembang di lingkungan perguruan tinggi ke depan ditengah revolusi teknologi Digital, sekarang bagaimana strategi strategi terhadap dampak buruk era digitalisasi guna menghindari degradasi nilai kebangsaan pada kaum muda sebagai calon intelektual dan objek juga, sebagai deklarasi dan ajakan bagi kita untuk bagaimana secara terus-menerus menjaga Indonesia dan keindonesiaan

4. Pembacaan Doa
*5. Sambutan Pangdam XII/Tpr dibacakan oleh Pasahli Bid. Ekonomi, Kol Inf Agus S.Ip :*

a. Permohonan maaf dari bapak Panglima karena beliau tidak bisa hadir dalam kegiatan diskusi ini karena ada tugas yang tidak bisa diwakilkan oleh karena itu saya diperintahkan untuk mewakili dan menyampaikan atau membacakan amanat beliau

b. Perkenankan saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia penyelenggara Diskusi Kebangsaan ini yang mengharapkan adanya suatu kontribusi positif dari terselenggaranya kegiatan ini yaitu ikatan kuat dan kerjasama seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, terlebih kegiatan ini berorientasi sebagai loncengnya gerakan moral jaga Indonesia sebagai langkah awal dalam program akademi kebangsaan yang telah digagas, kiranya dapat menjadi suatu gerakan untuk meningkatkan rasa Kebangsaan dari seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Barat khususnya dan warga negara bangsa Indonesia pada umumnya

c. Secara antropologis kata Bangsa merujuk kepada Kumpulan Manusia yang biasanya terikat, karena kesamaan Bahasa dan Budaya, menempati wilayah tertentu dalam konteks Kenegaraan modern bangsa dapat berarti sebagai kumpulan warga dari sebuah negara yang tergabung dalam identitas kewarganegaraannya

d. Demikian bangsa juga bisa memiliki batasan konteks diluar batasan kewarganegaraan seperti kelompok etnis yang tidak tergabung dalam sebuah negara atau memiliki kewarganegaraan yang berbeda-beda dalam konteks Indonesia, bangsa Indonesia justru berbangga dengan kemajemukan sebagai identitas bersama, perjuangan menegakkan rasa kebangsaan di tengah kemajemukan Suku Bangsa dihadapan kepada era Digital sekarang ini, merupakan perjuangan yang penuh tantangan dan harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, jika kita salah dalam menangani maka bisa jadi masyarakat terdistorsi terbagi kedalam kelompok dengan garis batas yang cenderung mengedepankan kepentingan sendiri, kita memerlukan pengingat, mengapa kita perlu mengedepankan kepentingan bangsa Indonesia sebagai identitas besar kita diatas kepentingan identitas kelompok,

e. Pertemuan kita pada siang hari ini, semoga menjadi pengingat, pertama pentingnya kita menjaga rasa kebangsaan kita menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia yang berdasarkan kepada nilai-nilai luhur Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

f. Nilai Nasionalisme dan patriotisme suatu bangsa pada masa penjajahan nilai kebangsaan lebih mudah ditanamkan karena rasa cinta terhadap tanah air yang dihadapkan pada tantangan nyata para pejuang kemerdekaan, rela mempertaruhkan nyawa demi membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah, namun di era globalisasi yang telah melahirkan era digitalisasi seperti sekarang

g. Nilai kebangsaan semakin memudar hal itu dipengaruhi antara lain oleh pesatnya perkembangan teknologi pada saat bersamaan menguatnya fundamental keagamaan oleh karena itu sikap kebangsaan perlu ditanamkan dalam diri seluruh komponen bangsa terlebih para mahasiswa, sebagai generasi muda bangsa, lahirnya akademi kebangsaan yang digagas ini merupakan menjadi embrio penguatan rasa Nasionalisme dan Patriotisme pada generasi muda bangsa Indonesia di masa mendatang, karena dikhawatirkan jika nilai kebangsaan kian memudar kebanggaan sebagai warga bangsa, kecintaan akan tanah air kian hilang di kalangan generasi penerus bangsa. Setidaknya beberapa faktor yang perlu ditimbang sebagai tantangan atas pudarnya Nasionalisme di kalangan muda, pengaruh budaya global yang diperburuk kurangnya pengetahuan terhadap perjuangan para Pahlawan dalam meraih kemerdekaan bagi negeri.

h. Perubahan gaya hidup serta menguatnya fundamental agama di kalangan masyarakat tentu saja konteks politik dan ekonomi yang sedang berkembang saat ini, juga memberikan pengaruh yang besar tergerusnya Nasionalisme di kalangan muda, nilai-nilai kebangsaan harus tetap tertanam di dalam diri kaum muda masa kini dan generasi masa depan sehingga Nasionalisme dan Patriotisme terhadap bangsa dan negara menjadi nilai yang terpatri dalam kehidupan mereka

i. Diskusi dan seminar seperti yang kita ikuti hari ini, akan sangat potensial untuk menggali kembali kelemahan-kelemahan atau yang menjadi kendala dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan, tentu kita dapat menampilkan kelebihan-kelebihan bangsa Indonesia yang sepertinya cukup banyak dan beberapa diantaranya tergolong unik serta potensial untuk mendukung terciptanya rasa Nasionalisme dan Patriotisme seluruh elemen masyarakat dalam rangka mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa, oleh karena itulah menurut saya diskusi dan seminar ini sangat penting dan sekali lagi saya ingin memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara kegiatan ini

j. Hadirin yang saya muliakan, hari-hari besok lusa dan seterusnya kita akan menghadapi begitu banyak tantangan yang dapat mempengaruhi terbangunnya nilai-nilai kebangsaan kita, oleh sebab itu saya perlu garis bawahi bahwa Keutuhan Persatuan Bangsa Harus Diutamakan di atas Kepentingan Lainnya, namun demikian tetap sulit pertanyaan yang perlu kita cari jawabannya

k. Kita juga harus berpikir kembali apakah cukup bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk sekedar Bersatu, dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kepada seluruh yang hadir dalam kesempatan ini, adik-adikku, para pelajar generasi muda untuk tidak sekedar menjadi seperti apa adanya, tetapi harus untuk menjadi bangsa Indonesia yang baik masa depannya, lebih baik tidak hanya dalam konteks atau lebih baik hanya dalam diri sendiri tetapi bagaimana kita menjadi lebih baik dan menyumbangkan kebaikan bangsa ini yang bermanfaat bagi bangsa-bangsa lain di dunia

l. Saya sangat berharap dalam diskusi ini dapat menggali dan menimba ilmu yang bermanfaat untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik dan maju

*6. Kapolda Kalbar dibacakan Wadir Binmas Polda Kalbar AKBP M. Nasir :*

a. Saya selaku Kapolda Kalimantan Barat mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif yang kita rasakan saat ini

b. Kita menyadari bahwa bangsa Indonesia memperoleh Kemerdekaan dengan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa, baik harta benda, darah, air mata bahkan nyawa para Pahlawan, Bangsa ini selain mewariskan Indonesia Merdeka juga mewariskan Keteladanan dan Nilai-nilai Kepahlawanan yang wajib kita jaga dan juga mewariskan pedoman untuk mengarahkan bangsa Indonesia yang kita kenal dengan empat konsensus dasar bangsa yaitu :
* Pancasila
* Undang-undang dasar 1945
* Bhineka Tunggal Ika dan
* NKRI

c. Kita ketahui bersama bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang menopang semua perbedaan baik Suku, Agama dan RAS, salah satunya adalah di Kalimantan Barat yang memiliki keberagaman etnis, keberagaman merupakan sumber kekayaan kita semua, karena terdapat banyak potensi-potensi positif bangsa untuk membangun Indonesia yang kita cintai bersama

d. Bangsa Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid 19, termasuk juga di Kalimantan Barat, untuk itu saya mengingatkan kepada kita semua agar selalu menjalankan protokol kesehatan, terutama dengan cara 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak

e. Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang melaksanakan Pilkada serentak pada 7 Kabupaten yaitu Kabupaten Sambas, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Bengkayang dan Ketapang. Diharapkan seluruh warga kabupaten tersebut dapat berpartisipasi dalam mensukseskan Pilkada yang Aman, Damai dan Bermartabat

f. Dewasa ini dengan tingginya aktivitas di media sosial tentu akan berpotensi terhadap penyebaran informasi hoax, informasi tersebut dapat meresahkan masyarakat

g. Pada kesempatan ini saya berharap agar :
1). Mari kita selalu melaksanakan protokol Kesehatan
2). Mari kita sukseskan Pilkada di 7 Kabupaten agar berjalan dengan Aman, Damai dan bermartabat
3). Jangan terprovokasi oleh berita bohong dan tidak menyebarkannya
4). Menjaga kerukunan antar warga dan ikut aktif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat
5). Menjadi Polisi bagi diri sendiri, artinya tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan.

h. Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua serta melindungi sekalian, baik pengabdian kita

7. Penyerahan Cinderamata
8. Penyampaian Materi dan Diskusi Sbb :
*A. Pemaparan Materi oleh Narasumber Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. H. Garuda Wiko. SH, Msi, FCBAr :* _Peran Perguruan Tinggi dalam Upaya Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan pada Era Digital_

a. Kerangka Konstitusional Nasionalisme Indonesia : Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur

b. Tujuan
1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Memajukan Kesejahteraan Umum.
3) Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.
4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial

c. Membaca Sejarah
1) “Jika kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita lahir, berarti kita tetap sebagai anak kecil” (Cicero)
2) “Sejarah membuat orang lebih bijak” (Bacon)
3) We know that heroes are always modest (Herman Wouk).
4) Tak perlu bertanya dari mana memulai menjadi seorang pahlawan. Jawabannya ada di lubuk hati, semua dimulai dari diri sendiri, lingkungan dan orang lain.

d. Jati Diri Bangsa
1) Ciri khas dan sifat-sifat khas yang manandai seseorang atau sekelompok orang atau satu bangsa yang membedakan dari masyarakat lain.
2) Jati diri bangsa sering disamakan dengan identitas bangsa atau kepribadian bangsa.

Sumber: Kemenko polhukam RI, 2020.

e. Pancasila sebagai ideologi adalah seperangkat gagasan atau ide tentang masa depan yang dicita-citakan, dan dijadikan pedoman untuk mewujudkannya.

f. Kemerdekaan kebangsaan Indonesia yang berdasar kepada : Ketuhanan yang Maha Esa, Kemunusaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebjaksanaan dalam permusyawaran/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

g. Era Digital

1) Era digital dikarateristikkan dengan teknologi yang meningkatkan kecepatan dan meluasnya perputaran pengetahuan (knowledge turnover)
2) Hallmark era digital: personal computers, internet, smartphones dan robot industrial. (Jill Shepherd, 2004)
3) Karakteristik era digital menimbulkan disrupsi dalam masyarakat dan ekonomi.

h. Orientasi masa depan, pola pikir adaptif, komitmen untuk masa depan yang lebih baik
Keterlibatan, fleksibilitas, kolaborasi
Pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, analisis data, kejelasan
Akuntabilitas, advokasi perubahan, inovasi, berpusat pada teknologi

i. Kampus Merdeka : Adaptasi Baru
1) New Mindset
2) New Attitude and Behavior
3) New Way of Doing Things
4) Jujur, Cerdas, kreatif, Inovatif, fleksibel, tangguh, peduli, pemikiran terbuka, tangguh, visioner, memiliki kualitas kepemimpinan, dan memiliki kemampuan mengambil risiko

j. Kampus Merdeka : Nasionalisme Membangun Sumber Daya Manusia Unggul
1) Menjadi institusi Pendidikan yang inklusif dalam bingkai keIndonesiaan
2) Menjadi role model pengembangan dan implementasi karakter Pancasila
3) Menjadi pelopor literasi dan narasi bela negara
4) Menjadi pengungkit pertumbuhan daya saing melalui inovasi dan kerja nyata.

k. Memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada Era Digital :
1) Ancaman nyata yang juga memanfaatkan media IT adalah adalah narkoba, hoaks dan radikalisme
2) Pergerakan informasi yang sangat cepat menjadi karakteristik utama era digital. Kefasihan dalam penggunaan teknologi harus dibarengi dengan penguatan karakter sebagai bangsa besar yang percaya diri, mandiri dan memiliki keinginan untuk lebih unggul.

*B. Pemaparan Materi oleh Narasumber, Rektor Universitas Muhammadyah Pontianak, Dr. Doddy Irawan, ST, M.Eng :* _Mengkaji dan Tafsir Ulang Nilai-Nilai Kebangsaan Dalam Perspektif Perguruan Tinggi Pada Era Digital._

a. NILAI-NILAI KEBANGSAAN YANG TERKANDUNG DALAM UUD 1945
1) NILAI RELIGIUS
2) NILAI KEMANUSIAAN
3) NILAI PRODUKTIVITAS
4) NILAI KESEIMBANGAN
5) NILAI DEMOKRASI
6) NILAI KESAMAAN DERAJAT
7) NILAI KETAATAN HUKUM

b. Implementasi Nilai Religius dalam Perguruan Tinggi DI Universitas Muhammadiyah Pontianak
1) Perguruan Tinggi memiliki kewajiban melaksanakan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum / MKDU
2) Salah satu mata kuliah tersebut adalah Pendidikan Agama yang diturunkan menjadi Mata Kuliah Orientasi Islam dan Kemuhammadiyahan (OIK) dengan pendekatan Humanisme terhadap ajaran agama yang dianut.
3) Dalam beberapa kesempatan, Kepercayaan terhadap Universitas Muhammadiyah Pontianak sebagai tempat perkuliahan bagi berbagai pemeluk agama di Kalimantan Barat.
4) Hal ini tidak terlepas dari Komitmen Muhammadiyah untuk menjalankan salah satu Amanah Konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

c. Nilai Kemanusiaan
1) Nilai Kemanusiaan diimplementasikan dalam berbagai kebijakan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Nilai kemanusiaan secara khusus menempatkan toleransi dalam batas-batas dan norma yang diakui secara umum maupun khusus.
2) Selain itu, UM Pontianak menjaga nilai-nilai kemanusiaan tersebut secara konsisten. Hal ini membuat Kampus Ramah terhadap berbagai lapisan masyarakat. Baik dalam kegiatan akademik, kemahasiswaan ataupun pengabdian terhadap masyarakat.
3) Salah satu bentuk Kegiatan yang ada adalah Kuliah Kerja Masyarakat selama 40 hari. Di Masa Pandemi ini, KKM dilaksanakan ditempat tinggal masing-masing mahasiswa
4) Instrumen lain dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan adalah UM Pontianak menyiapkan *Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UM Pontianak* untuk membantu masyarakat tidak mampu memperoleh akses keadilan dalam bidang hukum.

*d. Nilai Demokrasi dalam Mewujudkan Negara Indonesia Adil dan Makmur.*
1) Muhammadiyah Memandang Bahwa Negara Indonesia merupakan *Darul Ahdi Wal Syahadah (Negara Konsensus Bersama dengan Menjunjung Musyawarah Mufakat).* Tentu Komitmen ini memiliki makna bahwa Menjaga Negara dilakukan dengan Konsep Gotong Royong.
2) Gotong Royong juga merupakan esensi dari nilai-nilai Pancasila yang telah kita sepakati sejak negara ini berdiri.
3) Maka sudah sepatutnya langkah-langkah yang kita ambil sebagai bagian dari Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

e. Mewujudkan Tujuan
1) Sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Kalimantan Barat. Kami memiliki komitmen dalam meningkatkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lingkungan Kami.
2) Peningkatan Kualitas Tenaga Pengajar dengan mengikutsertakan dalam kursus-kursus kebangsaan yang digelar oleh berbagai instansi. Tentunya dengan peningkatan ini, turunan ilmu juga dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa sebagai Agen Perubah Bangsa.
3) Selain itu, Penyusunan Kurikulum dan pengajaran melibatkan stakeholder yang terkait. Seperti Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi yang menjadi insersi di Pendidikan Kewarganegaraan. Bela Negara di Mata Kuliah Pancasila.

C. Pemaparan Materi oleh Narasumber, Rektor Universitas Nahdatul Ulama, Dr. Rachmat Sahputra, M.Si :* _Solusi Menghidupkan Nilai Kebangsaan_

a. Fungsi Perguruan Tinggi
1) Pendidikan
2) Penelitian
3) Pengabdian Kepada Masyarakat

b. Nilai-Nilai Kebangsaan
Pancasila + Agama, Aswaja ke-NU-an, Islam Nusantara = Nilai Moral / Nilai Kebangsaan / Nilai Pancasila

c. Nilai Pancasila
1) Ketuhanan (Kebahagiaan Batin)
2) Kemanusiaan (Penghargaan dan Hukuman)
3) Persatuan (Kebersamaan Suku, Ras, Golongan, Agama)
4) Demokrasi (Metoda Penyelesaian dengan Musyawarah)
5) Keadilan (Kebahagiaan Lahir / Kesejahteraan Dunia)

d. Kesimpulan untuk menghidupkan Nilai Kebangsaan
1) Sosialisasi aturan secara rutin dikalangan Tokoh dan Pemuda
2) Pendidikan terkait aturan dalam intrakulikuler dan ekstrakurikuler dalam semua jenjang
3) Ekonomi Wajib bersumber pada pasal 33 UUD 45 arahnya Koperasi dan Syariah
4) Pendidikan wirausaha disemua jenjang

e. Pesan Ir. Soekarno : Indonesia akan menjadi Negara….Adil Makmur Gemah Ripah Loh jinawi Kerta raharja Aman Tentram Sentosa …yaitu… Kebo Balik kandange Sadewe-dewe…….(SOEKARNO-Sang
Proklamator)

Kegiatan selesai pada pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

*Catatan:*
A. Tujuan dilakukannya Seminar Kebangsaan adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh digitalisasi dalam sendi nilai-nilai kebangsaan dalam perspektif perguruan tinggi, sehingga diharapkan tercipta satu kesatuan dan kesepahaman dalam hal menumbuh kembangkan, merawat, menjaga dan mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila, jiwa Patriot, Nasionalisme Kebangsaan, Cinta Tanah Air, kedaulatan dan keutuhan NKRI bagi generasi muda dan komponen Masyarakat Prov. Kalbar dalam hal bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Wil. Kalbar.

B. Pada sesi tanya jawab perwakilan Satgas Mjp-20 Bais Kalbar juga memberikan saran tentang pentingnya rencana, upaya dan kegiatan program kerja sama kongkrit bertahap, bertingkat berlanjut dalam rangka menjaga, merawat, meningkatkan, menumbuhkan kembangkan nilai2 Pancasila dan UUD-45 sesuai konsep kebangsaan NKRI kepada generasi muda akademika serta Komponen masyarakat bangsa di seluruh wilayah 14 Kab. Prov Kalbar. (red)

Loading...