Direktur Hukum TKN Sampaikan 14.843 Laporan Kecurangan Paslon 02

Irfan Pulungan Bersama Presiden Jokowi

TOPIKINI – Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin sejak 9 April silam telah membuka posko pengaduan dan telah menerima 25 ribu pengaduan secara nasional. Posko ini untuk menampung kecurangan yang dilakukan pendukung dan simpatisan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dari rekapitulasi aduan yang dilakukan, terdapat 14.843 laporan kecurangan dari seluruh Indonesia yang dilakukan simpatisan dan pendukung 02. Laporan yang masuk bermacam-macam, mulai dari intimidasi, politik uang, surat suara tercoblos hingga salah input data C1,” kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan di Jakarta, Rabu (01/04/2019) melalui rilisnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, pelanggaran intimidasi menjadi yang paling dominan dengan 47%, disusul politik uang 20%, salah input C1 19% dan kertas suara tercoblos 14%.

“Intimidasi ini besar juga, salah satunya pengarahan massa ormas yang mendukung 02 atau mengancam maupun menakut nakuti pemilih di sekitar TPS. Ini lebih banyak kami temukan di daerah Jakarta, dan Jawa Barat,” ujarnya..

Bentuk-bentuk intimidasi yang dilakukan saat pemungutan suara oleh simpatisan 02 misalnya pemasangan bendera bendera HTI di TPS tertentu, pemasangan spanduk spanduk provokatif, hingga pengerahan massa dari organisasi masyarakat.

“Ada viral videonya dan ada di beberapa tempat juga. Mereka menjaga TPS sedangkan kita ketahui keamanan di TPS sudah diatur UU dilakukan oleh pihak Pamdal TPS dan bukan dari Ormas ataupun pihak lainnya,” terang Irfan.

Dari sisi wilayah pelaporan, Irfan menjelaskan DKI Jakarta (35% atau 5.123 laporan) dan Jawa Barat (24% atau 3503 laporan) menjadi dua daerah teratasyang pelaporan pelanggarannya tertinggi.

Selain itu Yogyakarta (12% atau 1716 laporan) dan Sumatera Utara (8,6% atau 1275 laporan) masuk dalam empat besar pelaporan terbanyak.

Selain intimidasi pihak TKN juga menemukan adanya praktek politik uang dengan membagikan sejumlah uang kepada masyarakat mulai dari Rp30 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu maupun jumlah lainnya beserta sembako, pin dan barang lainnya.

Rata rata perbuatan tersebut dilakukan oknum timses atau caleg dari partai terafiliasi paslon 02.

Selain itu TKN juga menemukan pelanggaran terkait salah input data C1 yang juga dilaporkan kepada posko aduan TKN.

“Salah input data juga, Tim 02 menggembar-gemborkan banyak salah iput data yang merugikan mereka.

Ternyata kami juga menemukan pengaduan salah input data yang menguntungkan 02 baik itu menambah suara 02 maupun mengurangi suara 01,” tutur Irfan. (red)

Loading...