Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Uji Sampel Air Laut yang Tercemar

229

TOPIKINI.COM – Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Sumatera Barat, mengambil sampel air luat di perairan Teluk Bayur, Padang, Minggu (1/10) pagi, untuk mengetahui adanya tidak perubahan baku mutu air laut dan biota laut yang terpapar. Air laut di perairan ini tercemar 50 ton minyak olahan kelapa sawit akibat kebocoran pipa tangki pabrik.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, mengirimkan tim untuk mengambil sampel air laut di perairan teluk bayur yang tercemar. Mereka membagi lokasi berdasarkan areal yang terpapar, yang diperoleh dari foto udara menggunakan drone.

Dari hasil foto tersebut, terlihat masih adanya tumpukan minyak olahan kelapa sawit yang tumpah di beberapa titik tertentu. Minyak olahan kelapa sawit ini sudah menggumpal dan sebagian besar sudah dilokalisir oleh pihak perusahaan PT. Wira Inno Mas di dekat dermaga. Namun dari hasil pemantauan udara tersebut, terlihat bahwa masih banyak tumpukan minyak yang sudah menggumpal di Pulau Kasiak, yang terdapat di depan pelabuhan.

Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik, yaitu di dekat dermaga yang banyak gumpalan minyak, di perairan yang jauh dari gumpalan minyak , dan di pantai Pulau Kasiak. Selanjutnya sampel air laut ini akan dibawa ke laboratorium untuk diukur beberapa parameternya, seperti kandungan PH, oksigen, karbondioksida, dan lemak.

“Kami akan mengukur kandungan lemak, oksigen dan PH air laut. Selain itu, kami juga memantau biota yang terpapar. Hasilnya dalam 3-5 hari ke depan baru bisa diketahui,” kata Mairizon, Kabid Penataan dan Penegakkan Hukum Lingkungan DLH Padang.

Pemerintah Kota Padang sendiri sudah menjatuhkan sanksi berupa teguran kepada PT. Wira Inno Mas, perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit yang tangki minyak olahannya bocor dan tumpah ke perairan teluk bayur, untuk membersihkan pantai dalam waktu tujuh hari. (dio)

Loading...