Di Hari Toleransi Internasional, Haidar Alwi Ajak Ulama dan Guru Lawan Radikalisme

45

Jakarta – Tokoh Anti Radikalisme & Intoleransi IR. R. Haidar Alwi, MT di Hari Toleransi Internasional, 16 November 2016 mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk membangun narasi kerukunan untuk mencegah radikalisme, serta tidak menggunakan kalimat yang dapat memicu intoleransi.

“Baik dari kalangan Muslim atau non-Muslim, narasi yang kita bangun itu narasi kerukunan, jangan membuat narasi yang menyinggung satu sama lainnya. Ungkapan-ungkapan positif harus terus dibangun, khususnya di media sosial, untuk menimbulkan nuansa persaudaraan dan tidak memicu konflik di kalangan masyarakat pada umumnya,” ,” ujar Haidar Alwi, Sabtu (16/10/2019) di Jakarta.

Haidar Alwi mengungkapan kebencian yang banyak muncul di media sosial akan menimbulkan konflik di kalangan masyarakat. Sehingga, pola pikir dan kebiasaan masyarakat untuk menciptakan narasi kerukunan harus dibiasakan dan dijadikan budaya persaudaraan.

“Jadi kelompok mana saja, jangan munculkan narasi konflik karena ini juga menimbulkan terjadinya rasa permusuhan. Indonesia ini wilayah damai, wilayah aman, Oleh karena itu jangan membawa narasi konflik ke Indonesia ini. Dan harus dipahami bahwa masyarakat Indonesia bahwasannya adalah negara yang menjadi target bagi kaum radikal dan intoleran untuk dihancurkan,” terang Haidar Alwi.

Dirinya juga mengatakan bahwa sikap radikal dan intoleran bersumber dari pola pikir seseorang yang kemudian direpresentasikan dalam tindakan. Untuk mencegah penyebaran radikalisme Haidar Alwi mengajak kepada para ulama dan guru agama atau guru mengaji untuk mengajarkan Islam wasathoniyah(islam kebangsaan).

Sebelumnya kata Haidar Alwi, aksi teror terjadi di Medan, Sumatera Utara, yang dilakukan oleh seseorang berinisial RMN (24) lewat aksi bom bunuh diri di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan pada Rabu pagi (13/11). RMN diketahui terpapar paham radikal, bersama dengan istrinya yang berinisial DA.

“Paham radikal yang dianut RMN diduga berasal dari guru ngajinya, SA, yang saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan dari aparat Polri. Mari Kita Jaga Indonesia dari Kaum radikalisme dan Intoleransi demi terciptanya kedamaian dibumi Indonesia tercinta,” pungkas Haidar Alwi yang juga Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ). (red)

Loading...