Defy Indiyanto Budiarto Komisaris PT PJB Diusulkan Jadi Menteri Muda Milenial Jokowi

555

Jakarta – Organisasi relawan Barisan Pembaharuan (BP) menilai Defy Indiyanto Budiarto Komisaris di PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB) ini sangat pas menjadi menteri muda milenial Jokowi-Amin di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II. Tokoh muda ini memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni, apalagi dirinya tercatat sebagai Komisaris BUMN termuda 36 tahun dalam sejarah PLN Grup dan di era Presiden Jokowi.

Hal ini disampaikan Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) saat dihubungi, Rabu (17/07/2019). Defy sapaan akrab intelektual muda ini digadang-gadang sebagai calon menteri oleh PP BP bersama 36 kandidat menteri muda milenial lainnya.

“Sosok Defy Indiyanto Budiarto, MA, CRGP pada usia 37 tahun saat ini mendapatkan Certified In Risk Governance Professional (Komisaris BUMN termuda yang diraih dalam sejarah di Indonesia). Di usia 24 tahun dirinya juga mendapatkan Gelar MA (Masters Of Arts) di bidang ilmu politik,” tandas Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman.

Loading...

Pengamat Media dan Politik ini mengatakan, Defy dikenal sebagai Komisaris muda yang rajin turun ke lapangan dan workoholic (gila kerja), serta sang pemberani yang galak dalam kedisiplinan. Namun katanya, Defy juga baik hati sehingga memiliki networking yang cukup bagus.

“Sarjana Hubungan Internasional dan Master Ilmu Politik ini merupakan satu-satunya pengusaha asal kader Muhammadiyah yang menjadi komisaris di BUMN. Mas Defy juga suka turun ke beberapa pesantren untuk memberikan materi bagaimana caranya santri menjadi entrepreneurship,” puji Gus Din.

Katanya, dalam dunia politik dan organisasi tidaklah asing bagi defy, setelah lulus S2, Defy mengikuti jejak almarhum ayahnya sebagai pengusaha. Mulai usaha obat-obatam herbal hingga dunia pertambangan.

“Di dunia politik Defy sudah malang melintang, bahkan pernah menjadi Ketua Bidang Politik DPP PPP (termuda). Bahkan di bulan Mei 2017 lalu bersama Alisa Wahid, Jery Surampow menggagas Forum Sesepuh Bangsa untuk perdamaian yang dihadiri para tokoh lintas agama dan Budaya,” terang Gus Din.

Di awal Januari 2018 Defy sudah pasang badan membela Presiden Jokowi dengan tampil diberbagai media. Mulai dari isu menuntaskan gizi buruk, hingga berani memberikan kartu hijau untuk Jokowi. Saat bulan Desember 2018 lalu kata Gus Din, Defy diundang menjadi pembicara diskusi panel di DPP PDIP dalam rangka menyambut Hut PDIP ke 46, kemudian gagasannya dijadikan acuan oleh Bapilu PDIP..

“Di dunia organisasi masyarakat, saat ini Defy tercatat sebagai Sekretaris LSBO Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dimana dirinya tercatat sebagai salah satu pimpinan termuda di PP Muhammadiyah. Karena itulah kami mengusulkan namanya masuk di usulan menteri muda dan milenial,” pungkas Gus Din yang dikenal militan sebagai relawan Jokowi-Amin.

Defy juga diusulkan PP BP dalam 37 nama kandidat menteri-menteri yang bisa menjadi pertimbangan pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Sodoran nama ini sejalan dengan keinginan beliau (red-Jokowi) yang akan banyak memilih menteri muda milenial.

“Nama-nama yang diusulkan ini adalah calon menteri Kabinet Indonesia Kerja Jilid II. Semoga ada yang masuk 7-10 untuk dilantik menjadi menteri Jokowi-Amin,” tutup Gus Din yang juga mantan Aktivis Mahasiswa 98 ini. (red).