Bupati Padang Pariaman Apresiasi Perantau Badoncek Bantu Warga Kampung

93

TOPIKINI – Bupati Padang Pariaman, Ali Mukni memberikan apresiasi kepada para perantau asal nagari Lareh nan Panjang Selatan, yang menggalang dana untuk membantu warga di kampung halaman mereka. Apresiasi itu disampaikan bupati, saat telekonfrence bersama puluhan wartawan, Selasa petang (31/03/2020).

Menurut bupati, budaya badoncek memang sudah menjadi identitas warga Padang Pariaman satu-satunya di dunia hanya ada di Padang Pariaman.

“Budaya badoncek, budaya gotong royong, itu ada di Padang Pariaman mungkin di dunia hanya ada di Padang Pariaman, dan senin lalu kami sudah bicarakan hal itu di dalam rapat,” kata Ali Mukni.

Bupati rencananya akan membuat edaran untuk semua nigari-nagari di Padang Pariaman untuk mencontoh apa yang dilakukan nigari Lareh nan Panjang Selatan.

“Insya Allah, goro di nigari-nagari seperti yang dilakukan nigari Lareh nan Panjang ini akan kita teruskan kepada nigari-nagari lain di Padang Pariaman,” lanjut bupati.

Selain itu, bupati juga tengah memikirkan nasib para ulama yang biasa memberikan pengajian di masjid ataupun musalla untuk diberikan insentif, karena selama wabah Covid19 tidak bisa menjalankan aktifitasnya.

“Kalau bisa ulama itu dua kali satu hari, habis subuh dan habis isya sekalipun tidak ada Jemaah, tapi dia memberikan arahan tentang kebersihan, kebersihan sebagian dari iman, kan kasihan kita ulama-ulama kita tidak bisa memberikan ceramah karena kondisi seperti ini, nanti kita upayakan seperti itu,” lengkapnya.

Akibat wabah Covid19 yang menjangkiti dunia, dampaknya juga dirasakan warga Padang Pariaman. Kesulitan ekonomi karena aktifitas menjadi terbatas adalah hal paling membuat warga menderita.

Kepedulian para perantau asal Nagari Lareh nan Panjang Selatan, patut menjadi contoh, karena mereka Badoncek atau mengumpulkan donasi untuk membantu warga di kampung halamannya yang terdampak Covid19.(art)

Loading...