Bunda Milenial Cinta Tanah Air dengan Merawat dan Hormati Merah Putih

Jakarta – Sesaat lagi Indonesia akan memperingati dan merayakan hari kemerdekaan ke 75 thn, pada tgl 17 Agustus nanti. Kemeriahan sudah tampak melalui berkibarnya bendera merah putih di mana-mana.

Jelang perayaan itu, Bunda Milenial mengadakan program Tukar Bendera ( Senin,/3 8/2020) diJakarta, untuk siapa saja yang bendera nya sudah tidak layak, seperti sobek, rusak, kusam, berubah warna.(12/08/2020).

Ada undang-undang yang mengatur untuk pengibaran bendera kebangsaan ini, yaitu UU 24 tahun 2009, Bab II pasal 24 c ” dilarang mengibarkan bendera kebangsaan yang sobek, kusam, kusut”. Bila di langgar ada sanksi pidananya, selama-lamanya 1 tahun dan sebanyak-banyaknya Rp 1 juta.

Para Relawan Penjahit yang tergabung dalam program ini antara lain Artati, Barita, Dewy, Herawati,Lani, Rani, Rika, Nining dan Wuri. “Kami menjahit kan bendera tanpa harus diberi imbalan. Karena adalah menjadi kebanggaan untuk bisa terlibat”.

Program Tukar Bendera mendapat respon dan apresiasi yang sangat luas dari masyarakat diberbagai daerah tidak hanya di Jabodetabek bahkan juga warga yang di luar Indonesia, dengan banyaknya permintaan untuk menukarkan bendera yang tidak layak dan diganti yang baru secara gratis.

“Kibarkan bendera merah putih yang layak dan yang baik, karena ada nyawa yang dipertaruhkan saat memperjuangkannya. Melalui edukasi dan program ini, diharapkan kita lebih menghargai bendera kebangsaan, Merah Putih”, demikian ujar Sisca Rumondor,saat S.Sos, penggagas dan Ketua Umum Bunda Milenial menyampaikan kepada media.

“Bela negara salah satunya adalah dengan merawat dan menghormati bendera kebangsaan, Merah Putih”, ujar Ir. Rini Susilowati, pembina Bunda Milenial menambahkan.

Seluruh anggota dan pengurus Bunda Milenial dan keluarga besar Sedulur Jokowi mengucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia ke 75 tahun. Indonesia maju, Indonesia Jaya”, ucap Prof. Dr. H Paiman Raharjo, selaku Ketua Dewan Pengawas Bunda Milenial dan Ketua Umum Sedulur Jokowi. (red)

Editor: RB. Syafrudin Budiman, SIP

Loading...