Berkelahi di Lapas Muaro Padang, Napi Alami Pendarahan Otak

258

TOPIKINI.COM – Seorang narapidana (Napi) kasus narkoba di Lapas Muaro Padang, Sumatera Barat, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan dan luka-luka di wajah akibat hantaman benda tumpul yang dilakukan rekannya satu sel.

Napi itu bernama Junaedi (40 th) narapidana kasus narkoba, dirawat di ruang khusus bangsal bedah Rumah Sakit M Jamil Padang, Senin (26/2) pagi.

Dia dilarikan ke rumah sakit karena berkelahi dengan napi lainnya. Kondisinya cukup parah dengan wajah bengkak, mata memar, dan pendarahan di kepala.

Perawat rumah sakit terus-menerus memberikan penanganan yang serius mengingat luka dan pendarahan yang dialaminya. Sejak masuk ke rumah sakit, korban tidak sadarkan diri.

Menurut informasi dari pihak rumah sakit, pasien yang merupakan terpidana kasus narkoba ini berkelahi dengan sesama narapida kasus narkoba karena suatu sebab.

Diduga dalam perkelahian tersebut, Junaedi mengalami hantaman benda tumpul pada kepala, jidat dan mata, hingga mengalami pendarahan.

Istri korban datang untuk mengurus biaya perawatan suaminya, namun enggan memberikan keterangan kepada pers.

“Betul bahwa tadi ada masuk seorang pasien laki-laki kiriman dari lembaga pemasyarakatan Muaro Padang. Pasien ini adalah penghuni lapas di sana. Sekarang dalam penanganan medis,” kata Gustavianof, humas RS M Djamil Padang.

Sementara itu, Kakanwil Hukum dan HAM Sumatera Barat, Dwi Prasetyo, mengaku belum mendapat laporan apapun dari Kalapas Muara Padang, terkait dengan insiden perkelahian antarnapi di Lapas Muaro Padang tersebut.

Sebab, Dwi Prasetyo baru saja sampai di Padang, setelah mengantar pemindahan sejumlah napi bermasalah ke Lapas Rajabasa, Lampung.

“Saya belum mendapat laporan sama sekali dari Kalapas. Saya baru aja nyampe di padang dari Lampung. Hanya saja, masalah berkelahi di penjara itu adalah hal biasa di sana,” ungkap Dwi Prasetyo, Kakanwil Hukum dan HAM Sumbar.

Walau demikian, Dwi Prasetyo tidak merasa heran dengan kejadian tersebut, karena menurutnya perkelahian antarnapi di Lapas Muaro Padang, merupakan kejadian biasa dan setiap hari terjadi.

Over kapasitas menjadi faktor utama terjadinya perkelahian tersebut. Sebab, kapasitas penjara di Lapas Muaro Padang yang untuk 300 orang, saat ini diisi oleh sekitar 1.200 orang. (dio)

Loading...