BEM Unitas Padang Antar Langsung Bantuan Bencana Galodo Solok Selatan

42

TOPIKINI – Keprihatinan yang melanda warga yang menjadi korban bencana Galodo atau banjir bandang disertai longsor di nagari Pakan Raba’a Timur kecamatan Koto Parik Gadang Diateh kabupaten Solok Selatan, menjadi duka pula bagi civitas akademika Universitas Tamansiswa Padang.

Karena merasakan kesedihan yang sama, Senin (2/11), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unitas Padang langsung ke lokasi bencana dan memberikan bantuan pada korban.

Kunjungan kelokasi bencana dipimpin langsung Presma sekaligus menjadi kordinator lapangan, Israk Namuhamdilah dibantu Wapresma merangkap wakil kordinator Hendra, dan sebagian besar aktivis BEM.

Bantuan berupa logistik tersebut langsung diberikan pada perwakilan masyarakat, dengan Lokasi penyerahan batuan, jalan Manggih, nagari Pekan Raba’a, kecamatan Koto Parit Gadang Diateh.

Pada kesempatan tersebut Israk mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari civitas akademika, serta masyarakat lainnya yang juga merasakan turut berduka.

“Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan sumbangan civitas Akademika dan bantuan masyarakat umum lainnya, dan mempercayakan pada BEM Unitas untuk mengantar langsung kelokasi,” ungkap Israk.

Meskipun untuk menuju lokasi bekas bencana melalui medan yang cukup sulit, namun berbekal semangat kemanusian, para aktifis kampus tersebut tetap bersemangat.

Pernyataan Presiden Mahasiswa tersebut diperkuat Wulan Inayah Novrianto Putri, yang merupakan menkominfo BEM, dimana mereka memiliki prinsip peduli sesama adalah kewajiban.

Ditambahkan Wulan, jika sesama manusia tidak peduli lagi dengan penderitaan orang lain, maka pertanda kehancuran bangsa sudah didepan mata.

“Kalau kita sudah tidak peduli lagi pada kesusahan orang lain, maka tunggulah kehancuran bangsa ini, kita jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga harus peka pada orang lain,” tegas Wulan.

Rombongan BEM Unitas Padang sempat bermalam dilokasi bencana, karena mereka memasuki lokasi ketika hari sudah malam.

Berbaur dengan korban bencana merupakan pengalaman tersendiri bagi rombongan, tanpa teras lelah yang menggayut ditubuh aktifis tersebut, tetap tersenyum dan bercanda pada korban, untuk menghilangkan kedukaan yang melanda.(nov)

Loading...