Belum Tersentuh, Ratusan Warga Padang Pariaman Masih Terisolir

179

TOPIKINI.COM – Sekitar 200 lebih warga korong Pasar Limau nagari Kapalo Ilalang kecamatan 2×11 Kayu Tanam kabupaten Padang Pariaman, terisolir akibat banjir yang terjadi Senin malam (10/12/2018) lalu. Hingga Rabu (12/12/2018), satu-satunya jalur transportasi yang menghubungkan kampung mereka dengan daerah luar, masih terputus.

Jembatan sepanjang 20 meter itu, membentang diatas sungai Batang Ulakan yang menjadi penghalang akses keluar masuk kampung itu. Dahsyatnya banjir bandang Senin malam, membuat pondasi jembatan tergerus dan akhirnya ambruk.

Kini posisi jembatan tersebut miring sekitar 45 derajat, dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Bagi orang dewasa, kondisi ini masih bisa dilewati tanpa kesulitan. Namun bagi murid-murid sekolah dasar, mereka harus dipandu orang dewasa, agar tidak terpeleset.

“Begini kalau anak-anak sekolah lewat setiap hari, untung saja air sungai tidak besar, kalau besar, otomatis anak-anak tidak bisa ke sekolah,” ucap Riyaldi, warga Pasar Limau.

Akibat runtuhnya jembatan tersebut, sekitar 40 rumah di kampung itu terisolir atau tidak bisa diakses dengaan kendaraan. Selain itu, ada 6 mobil dan belasan sepeda motor terkurung di kampung tersebut tidak bisa keluar. Selain itu, satu rumah dan musalla, nyaris terban karena tebing sungai semakin tergerus dikikis air.

“Kami berharap supaya jembatan ini segera diperbaiki, karena ini satu-satunya akses kami bisa keluar kampung, sebab tak ada lagi jalan selain ini,” tambahnya.

Hingga Rabu siang, belum terlihat ada upaya pemerintah daerah kabupaten Padang Pariaman untuk memperbaiki jembatan tersebut atau setidaknya membuatkan jembatan darurat untuk akses warga. (art)

Loading...