Begini Cara Kerja Gelang Anti Begal Ciptaan Mahasiswa Padang

TOPIKINI.COM – Menekan aksi kejahatan jalanan, kelompok Pekan Kreatifitas Mahasiswa Politeknik Negeri Padang menciptakan sebuah alat berbentuk gelang tangan yang berfungsi sebagai alat yang dapat merespon cepat tindakan kriminal yang dialami pemakainya. Gelang berbasis mikro kontroller itu diyakini mampu menjadi solusi pencegahan dini aksi kejahatan, terutama begal jalanan.

Lahirnya  gelang anti begal, ciptaan mahasiswa ini, berawal dari gagasan tiga mahasiswa jurusan teknik informatika Politeknik Negeri Padang. Mereka adalah  Bobby Kurniawan, Tiara Ramayani, dan Fauziah Wulandari. Meski masih dalam tahap pengujian, karya kreatif mahasiswa itu sudah lolos seleksi dan meraih dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program Pekan Kreatif Mahasiswa tahun dua ribu delapan belas.

Untu membuat satu gelang berbentuk gelang yang diberi nama Gibal atau Gelang Anti Begal ini, membutuhkan waktu selama 60 hari atau dua bulan, dan untuk pengujian alat ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali, dan selalu dikembangkan selama masih terlihat kekurangan.

Untuk proses kerja jam Gibal ini, alat akan bekerja saat kondisi pengguna merasa teracam, dengan cara kerja yang cukup mudah, hanya dengan menekan tombol yang ada pada Gibal jika terjadi sesuatu. Alat tersebut langsung mendeteksi detak jantung yang merasa terancam dan informasi akan terkirim ke nomor yang telah dihubungkan pada Gibal, seperti, nomor handphone salah satu keluarga yang telah didaftarkan ke Gibal, dan nomor tersebut akan menerima pesan berupa titik koordinasi yang terhubung dengan google maps, yang tentunya dengan data yang akurat.

Tiara salah satu penggagas alat ini mengatakan, di sisi server, alat ini mengunakan sistem pemrograman hypertext prepocessor, atau P-H-P dan hypertext prepocessor atau HTML untuk menampilkan data-data yang diterima yang diteruskan ke server, saat ini.

Prototip Gibal ciptaan mahasiswa Padang

“Server sistem aplikasi Gibal telah ditempatkan di gedung Politeknik Negeri Padang, sedangkan pembuatan aplikasi mengunakan pemrograman java dan android studio sebagai integrated development environment , i-d-e pengguna, sehingga akan dengan segera memberikan data lengkap dan realtime kepada keluarga atau rekan yang nomornya suda terdatar di aplikasi gibal yang ada di smartphone,” ucap Tiara, mahasiswa pencipta Gibal..

Mahasiswa ini, nantinya akan membentuk sebuah komunitas Gibal, sebab apabila hanya tergantung kepada satu nomor penanggulangan terhadap korban cukup lama, tapi, dengan adanya komunitas otomatis nanti juga menerima pesan dan langsung menanggulangi kejadian.

Sementara itu, untuk satu buah jam pintar gibal ini tidak menelan biaya besar, hanya sekitar Rp 170 ribu hingga Rp 200 ribu. Selain itu jika sudah diproduksi masal, tentunya  akan sangat bermanfaat sebagai antisipasi awal saat terjadinya tindakan kriminal. (Ju Abdi)

Loading...