Baranusa: Visi Indonesia Maju adalah Agenda Besar Menuju Nawacita dan Revolusi Mental

40

Jakarta – Pemilu 2019 yang digelar pada 17 April lalu, tak terasa sudah resmi selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri juga sudah menetapkan siapa pemenangnya baik di Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Meski berbagai gejolak muncul dari salah satu pendukung capres-cawapres tertentu. Namun, keputusan yang dikeluarkan oleh KPU tetap tak bisa diubah.

Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin secara resmi telah terpilih kembali sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024. Jokowi akhirnya berhasil mempertahankan kursi orang nomor satu itu dan kembali melanjutkan apa yang sudah ia lakukan bersama para pembantunya dalam membangun infrastruktur di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara, Adi Kurniawan menjelaskan alasan mengapa Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin memilih ‘Indonesia Maju’ sebagai visi dan misi di pemerintahannya ke depan. Menurutnya, ‘Indonesia Maju’ adalah sebuah agenda besar atas lanjutan dari sembilan agenda ‘Nawacita’ dan ‘Revolusi Mental’ pemerintahan Jokowi-JK di Periode sebelumnya.

“Indonesia maju ini sebenarnya adalah sebuah rangkuman yang berasal dari agenda sembilan Nawacita beserta Revolusi Mental,” kata Adi sapaan akrabnya di Jakarta Barat, Sabtu (03/08/2019) melalui rilisnya.

Mengapa keduanya dirangkum dan berubah menjadi Indonesia Maju?

Adi mengatakan, secara pembangunan, Indonesia selalu saja tertinggal jauh oleh beberapa negara-negara tetangga. Bayangkan saja, kata dia, untuk memiliki transportasi jenis MRT pun indonesia tertinggal jauh dari Malaysia. Bahkan, Malaysia sendiri sudah menggunakan MRT 10 tahun sebelumnya dari Indonesia. Ini masalah dan tantangan kita ke depan. Jika kita menginginkan suatu negara menjadi besar dengan peradaban teknologi yang maju.

“Maka mental para pejabat negara beserta rakyatnya itu harus diubah dan di revolusi kan secara total menjadi mental pejuang dan pekerja,” ucapnya.

Dalam mewujudkan visi tersebut, dirinya menyarankan agar Jokowi tidak memakai beberapa menterinya yang masih menjabat karena menurutnya beberapa menteri tersebut dinilai tidak tertib dalam melakukan pekerjaannya. Terutama, kata Adi, kepada para menteri yang terlibat dalam hal penyelewengan jabatan seperti jual-beli jabatan dan melakukan korupsi.

“Jokowi-Ma’ruf Amin wajib rombak dan ganti beberapa menteri beserta kepala-kepala lembaga negara lainnya yang bermasalah,” tegasnya

Selain itu, dia juga mengingatkan Jokowi tentang besarnya resiko yang bakal dihadapi saat menjalankan pemerintahannya diperiode yang akan datang. Menurutnya, tantangan yang bakal dihadapi oleh Jokowi akan lebih berat dari sebelumnya. Sebab itu, kata Adi, Jokowi harus jeli juga teliti dalam memilih orang yang akan di masukan dalam susunan kabinet hingga lembaga negara lainnya.

“Bukan cuma cerdas dan memiliki terobosan-terobosan dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa dan negara. Orang-orang yang akan mengisi kursi kabinet serta lembaga lainnya dalam pemerintahan Jokowi ke depan haruslah memiliki track record yang bersih dan sejalan dengan visi Indonesia maju,” terangnya.

Lebih jauh, ia meminta agar masyarakat berperan aktif dalam membantu Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam memberikan saran dan masukannya terkait nama-nama yang sudah disodorkan.

“Kita semua sebagai rakyat haruslah berperan dalam membantu presiden. Bukan juga hanya membantu, melainkan juga harus ikut terlibat dalam memberikan masukan terkait siapa yang layak mengisi kursi di jajaran kabinet Indonesia maju,” imbuhnya.

“Kami Barisan Relawan Nusantara (BARANUSA) yang juga salah satu organisasi relawan pendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam mengawal pembentukan kabinet dan membantu Presiden Jokowi mewujudkan Indonesia maju hingga layak diperhitungkan di mata internasional,” tutupnya.

Loading...