Bantuan PDI Perjuangan Ringankan Beban Korban Banjir Solok Selatan

TOPIKINI – PDI Perjuangan Sumatera Barat, Minggu (22/12/2019) menyerahkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok kepada ratusan korban banjir di kabupaten Solok Selatan. Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, sarden dan lainnya, sebanyak 250 paket.

Bantuan tersebut diserahkan wakil sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumbar, Suma Risman, bersama Satuan Tugas serta pengurus DPC PDI Perjuangan kabupaten Solok Selatan, kepada petugas yang ada di posko penanggulangan bencana Solok Selatan di Muaro Labuh.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir yang sangat memprihatinkan, semoga apa yang sudah kami salurkan, setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang sedang kesusahan,” kata Suma Risman kepada Topikini, Senin (23/12/2019).

Menurut Suma, bantuan yang ia salurkan bersama Satgas PDI Perjuangan, merupakan sumbangan dari seluruh kader PDI Perjuangan Sumatera Barat, serta bantuan dari ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman.

“Tidak hanya di Solok Selatan, sebelumnya kami juga menyerahkan bantuan serupa kepada ratusan korban banjir di kabupaten Dharmasraya, yang juga mengalami kesusahan akibat banjir yang terjadi akhir November lalu itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD kabupaten Solok Selatan, Riki Amran, menyampaikan rasa terimakasihnya, atas kepedulian PDI Perjuangan terhadap warga Solok Selatan yang tertimpa musibah.

“Bantuan sembako sangat diperlukan, karna korban bencana alam di Solok Selatan ini mencapai 10.000 jiwa, mulai dari daerah Pinti Kayu, Kampung Tarandam hingga Lubuk Ulang Aling,” kata Riki Amran, dikutip dari abadipost.com.

Banjir bandang dan longsor yang menimpa kabupaten Solok Selatan, terjadi berturut-turut sejak tanggal 20 hingga 25 November 2019. Puluhan rumah hancur dan hanyut dibawa air, tertimbun longsor serta direndam lumpur sehingga memaksa ribuan warganya mengungsi.

Banjir juga merusak fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sekolah, mesjid dan pelayanan kesehatan. Kerugian diperkirakan hanpir mencapai Rp 70 Milyar.(art)

Loading...