Banjir Bandang dan Longsor Ternyata Melanda Dua Kecamatan di Solok

TOPIKINI.COM – Dua kecamatan dikabupaten Solok, Minggu (10/12/2017) dini hari dilanda banjir bandang dan longsor. Dua kecamatan tersebut yaitu kecamatan IX Koto Sungai Lasi dan kecamatan X Koto diatas di kabupaten Solok.

Dua daerah ini diterjang banjir bandang dan longsor yang terjadi pada pukul 00.00 minggu dini hari. Akibat kejadian ini, ratusan kepala keluarga di dua kecamatan yang rumahnya ikut terdampak oleh bencana tersebut terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman.

Seperti yang dialami warga kenagarian Katialo, kecamatan X Koto Diatas ini. Akibat terjangan banjir bandang yang disertai longsor, mengakibatkan 34 rumah warga direndam air bercampur lumpur. Bahkan 5 diantaranya mengalami rusak parah .

Tidak itu saja, sebanyak 150 hektar sawah, 7 ekor sapi hanyut terbawa air serta 5 buah jembatan penghubung kedaerah lainpun ikut rusak .

Menurut walinagari Katialo, Supriyon Edi, saat ini jalan penghubung Katialo dengan daerah Sibarambang putus total. Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya sungai Katialo dikarenakan curah hujan yang tinggi dihulu sungai.

“Kejadian ini disebabkan hujan lebat yang turun sejak Sabtu sore hingga tengah malam, jadi air meluap dan dini hari tiba-tiba banjir bandang melnda kawasan ini. Setidaknya 34 rumah direndam banjir dan lumpur, selain itu jembatan juga putus sehingga memutuskan akses menuju daerah Sibarambang,” ucap Supriyon Edi, walinagari Katialo.

Untuk bisa kembali membuka akses warga dibantu aparat terus berupaya untuk membersihkan material longsor. Warga yang rumahnya mengalami rusak berat saat ini telah diungsikan ketempat-tempat yang lebih aman .

Tiga orang warga dikabarkan menjadi korban longsor di kenagarain Katialo, dua diantaranya menderita luka dan satu lagi masih belum ditemukan.

Bselain nagari Katialo kecamatan X Koto Diateh, banjir bandang juga melanda kecamatan IX Koto Sungai Lasi kabupaten Solok. Setidaknya 35 rumah di daerah tersebut, direndam banjir bandang beserta lumpur. (Garnadi)

Loading...