Asnawi Klaim Pemberitaan Media Online, Terkait Persatuan Aceh Di Perawang

22

Siak – Beberapa waktu lalu Penjabat sementara Bupati Siak Indra Agus Lukman berkunjung ke kediaman seorang warga kurang mampu di kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Siak itu tanpa disertai unsur pemerintah setempat seperti Penghulu atau RT maupun RW, membuat publik bertanya-tanya.

Momen kunjungan sosial mantan kadis ESDM Provinsi Riau itu menuai kontoversi, salah satunya warga di Kelurahan Perawang. Disamping dugaan kunjungan tersebut erat dengan politis, hal lainnya ada bahasa pada salah satu produk berita yang terkesan menyudutkan salah satu etnis suku.

“Saya pribadi apresiasi kunjungan Pjs Bupati Siak ke warga kurang mampu yang satu etnis suku dengan saya, yakni Aceh. Saya rasa, kunjungan itu berdampingan dengan Penghulu dan RT sekaligus RW. Saya lihat ada unsur politis dibalik kunjungan tersebut. Karena beberapa waktu lalu saya baca di media online, Pjs Bupati Siak bersama salah satu ketua tim sukses Paslon Bupati sedang memancing. Saya lihat ada korelasi atas hal itu. Apakah sudah dilaporkan kepada RT atau RW ? Dan pejabat berkunjung apa kaitannya dengan Persatuan Aceh di Perawang? Korelasinya bagaiman itu ? Apakah harus disikapi dengan demikian dan dengan cara ekspos di media demikian? Saya mau membantah pemberitaan yang saya nilai tendensius. Itu menyimpang. Saya sebagai warga Aceh sangat dirugikan secara kesukuan dan nama baik. Kalau kami tau itu warga satu suku dengan kami, pastinya kami bantu,” kata Asnawi, warga Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Selasa (27/10/2020).

Menurut pria asli asal Daerah Istimewa Aceh dan menetap di Kecamatan Tualang selama 21 tahun itu, bahwa organisasi Persatuan Aceh tetap membantu dan berlaku adil serta berbuat sosial.

“Itu berita menyimpang dan tendensius. Saya sebagai warga Aceh merasa keberatan. Sebagai insan manusia, kami selalu ditanamkan sebagai mahluk sosial yang selalu menolong siapapun tanpa memandang suku, agama maupun ras. Jadi saya melihat, susunan kata maupun kalimat pada salah satu media online yang menyudutkan Aceh saya minta diklarifikasi,” tegas Asnawi.

Seperti diketahui salah satu media online menerbitkan pemberitaan terkait kegiatan Penjabat sementara Bupati Siak Indra Agus Lukman melakukan kunjungan ke daerah Bunut, Kampung Pinang Sebatang Barat. Pada berita tersebut ada bahasa yang dianggap menyudutkan salah satu organisasi etnis suku, yakni Persatuan Aceh di Perawang.

Pada berita tersebut, seorang kakek berinisal Amani dibantu oleh Pjs Bupati. Keseharian Amani bekerja sebagai pemulung barang bekas.

Sementara itu ditempat terpisah, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman kepada jurnalis membantah tudingan terkait kunjungannya bersifat politik.

“Kalau urusan politik itu urusan tim bukan urusan kita, biar sajalah isue tuh tak apa-apa, kita bukan tim dan tak boleh juga kita ASN harus netral. Serta kita berkunjung tidak harus didampingi. Ada laporan kita datang,” kata mantan Kadis ESDM Provinsi Riau itu. (SP/MR)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...