Asahan Belum Relegius, Asahan Belum Sehat, Asahan Belum Cerdas, dan Asahan Belum Mandiri !!!

126

ASAHAN – Visi dan misi merupakan kata yang mungkin tidak asing lagi bagi kita semua. Kita sering mendengarnya di sekolah, di tempat kerja atau di instansi pemerintah.

Kita juga pasti sering mendengar visi dan misi diucapkan oleh orang yang hendak mencalonkan diri dalam pemilu.

Biasanya visi misi disampaikan untuk menggambarkan rencana yang akan menjadi tujuan instansi maupun kepentingan seseorang ke depannya.

Walaupun sering mendengar visi dan misi, banyak dari kita yang masih sering tak bisa membedakan antara visi dan misi. Tak hanya itu barang kali sebenarnya ada juga yang tidak mengerti pengertian dan makna dari visi dan misi itu sendiri.

Mungkin masyarakat ataupun para Pemimpin di Negeri ini yang tak mengerti apa itu visi dan misi beserta maksud dan tujuannya.

Maka dari itu, dengan ini saya menulis sedikit kegelisahan saya sebagai masyarakat Kabupaten Asahan, terkait tidak adanya pengaplikasian terhadap Visi dan Misi kabupaten Asahan. yang mana seluruh Pemimpin Kabupaten Asahan mungkin pernah mendengar akan isinya namun tak mengerti dalam mengaplikasikannya.

Kabupaten Asahan mempunyai visi dan Misi yang Indah dan luar biasa.
Seolah menggambarkan bahwa Asahan sangat baik dan bijaksana sebagai Kabupaten Kota.

Visi :
“Terwujudnya Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiriā€
Dari visi di astas, Asahan hari ini Tidak layak dikatakan sebagai Kabupaten yang Relegius, Sehat, Cerdas dan Mandiri.

Semua yang tertulis hanyala sebuah kata yang memperindah sudut-sudut kota dan ruangan para instansi Pemerintahan yang berkuasa di Kabupaten Asahan.

Visi yang sangat indah, santun dan terlihat tegas, namun nyatanya berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi di Kabupaten yang kita cintai ini.

Melalui Misi Kabupaten Asahan, saya menegaskan bahwa Kabupaten Asahan hari ini masih dalam kategori terpuruk, terpuruk akan keadilan dan kesejahteraan yang menzolimi Masyarakatnya sendiri.

Misi :
1. “Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis imtaq”
Dari kutipan diatas Kabupaten Asahan hari ini masih hancur akan kualitas sumber daya manusianya. Terlihat betapa maraknya Pelaku dan pengelola tempat Prostitusi berkedok Warung makan dan minum yang ada di sepanjang jalan lintas Sumatera, tepat pada lingkungan penduduk masyarakat Kecamatan Kota Kisaran Barat.
Selain itu masih banyak tempat Prostitusi Berkedok SPA dan Salon di Kabupaten Asahan, seperti yang banyak terlihat di gedung Graha Terminal bus di kota Kisaran. (“Sumber informasi berdasarkan laporan masyarakat dan Pantauan dilapangan oleh saya sendiri”)

Hal ini menggambarkan bahwa Bupati Kabupaten Asahan beserta MUI Kabupaten Asahan terus menerus tutup mata akan hal tersebut. Mereka berkoar dengan lantang bahwa Asahan adalah Kabupaten yang Religius dengan kualitas SDMnya memiliki konsep Iman dan Taqwa.
Nyatanya hanya ucapan saja.

Sampai saat ini Pelaku dan Pengelola Tempat Prostitusi itu masih dibiarkan dan semagkin merajalela.

2. “Meningkatkan pelayanan dan kesadaran kesehatan masyarakat”
Kabupaten Asahan masih jauh tertinggal akan pelayanan dan kesehatan masyarakatnya, terbukti dengan adanya beberapa kasus masalah kesehatan di Kabupaten Asahan.

Pada tahun 2020 tepat di Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan sebanyak 102 orang keracunan akibat setelah menikmati hidangan makanan diacara perwiritan.

Dari kasus tersebut kita melihat, hari ini mungkin sampai kedepan peran Bupati Kabupaten Asahan beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan masih sangat lemah akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

3. “Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang berkeadilan”
Kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Asahan masih jauh merosot dari harapan kita bersama, jauh dari kata baik dan adil.

Masih banyak kejanggalan serta kemunafikan yang kita rasakan di ranah lingkungan Pendidikan Kabupaten Asahan.

Terlihat masih ada saja oknum penyalah gunaan jabatan di tubuh Dinas pendidikan Kabupaten Asahan yang jelas merugikan dan menghancurkan kualitas pendidikan di Kabupaten Asahan.

Terbukti adanya laporan masyarakat atas dugaan terhadap Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, atas dugaan kasus korupsi sebesar Rp1,134 miliar lebih yang diperuntukkan untuk pengadaan buku dan alat tulis siswa.

Selain itu baru-baru ini terjadi kasus tak beradab yang di laukakan oleh 2 orang pasangan tak sah suami istri, mereka adalah oknum ASN pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, di temukan pingsan di dalam mobil di pinggir jalan mengarah Terminal Kota Kisaran, keduanya di temukan dengan keadaan Telanjang bulat (Tanpa Busana). Diduga mereka melakukan hal kotor di dalam mobil tersebut sebelum akhirnya pingsan karena keracunan.

Dari kutipan di atas. Hari ini Pelayanan Pendidikan di Kabupaten Asahan belum sama sekali berkualitas dan jauh dari kata adil.

Masih banyak kasus dan contoh buruk yang di lakukan oleh oknum pendidik yang ada di Kabupaten Asahan.
Terlihat bahwa hari ini Kepedulian Bupati Kabupaten Asahan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan masih sangat rendah dengan mendidik moral yang baik dan pelayanan Pendidikan bagi masyarakat.

4. “Mengembangkan pola pembangunan yang partisipatif, proaktif kreatif dan inovatif dengan menjadikan masyarakat yang cerdas sebagai basis utama pelaku pembangunan di tengah kompetisi global”
Hari ini kita semua mengerti, bahwa pembangun dalam Kabupaten Kota harusnya melibatkan masyarakat, baik dalam pelaksanaan sebagai pihak ketiga, ataupun pemberitahuan kepada masyarakat sehingga informasi dalam trasparansi pembangunan di Kabupaten Kota tetap terjaga.

Nyatanya hari ini persoalan partisipasi, proaktif kreatif, dan inovatif dalam pembangunan di Kabupaten Asahan masih belum berjalan dengan semestinya.

Selama beberapa tahun sejak visi dan misi ini berkhidmad, Pembangun di Kabupaten Asahan masih sangat rendah nilainya, terkesan lambat bahkan hanya sedikit yang di lakukan. Terlihat dari Infrastruktur dalam kota yang hanya itu-itu saja disetiap tahunnya tanpa perubahan sama sekali, ada beberapa yang sudah lama melakukan proses pembangunan seperti Taman Kota Alun-alun Kabupaten Asahan, itu juga demikian terlalu lambat dan tidak ada sedikit pun pemberitahuan tentang transparansi anggaran dalam pelaksanaanya kepada masyarakat.
Dari hal ini kita simpulkan bagaimana Asahan akan maju ketika proses pembangunannya amat lambat di kerjakan, apalagi untuk kerjasama yang baik kepada masyarakat, saya menduga semua yang dilakukan sedikitpun tidak pernah ada keterlibatan masyarakat dalam prosesnya, yang ada hanya kerjasama antar pemerintah dan lembaga yang diatur untuk kepentingan satu pihak saja.

5. “Mengelola kemajemukan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai budaya dan memelihara kearifan lokal”
Persoalan budaya, hari ini Kabupaten Asahan tidak memiliki kebudayaan yang menjadikan karakter untuk daerahnya, terlihat dari sisi adat istiadatnya Kabupaten Asahan tidak komitmen dalam menetapkan dasar budayanya dari Suku apapun, semua bercampur antara Batak, Jawa, Melayu dan lain sebagainya, semua itu baik namun Asahan lupa akan sejarah asal muasal berdirinya.

Terlihat juga dari segi Bahasa, Asahan tidak mempunyai cirikhas dalam Bahasa persatuan Budaya untuk daerahnya.

Satu hal yang harus di garis bawahi, Kabupaten Asahan Memiliki kearifan lokal dalam objek wisata dan lingkungannya, namun sayang hal ini tidak mendapat perhatian Khusus oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan. Terlihat akan kumuhnya lokasi wisata di Kabupaten Asahan, banyaknya sampah dan tidak terurusnya akses menuju lokasi Wisata yang ada.

Tidak perlu disebutkan satu persatu, masyarakat Asahan paham Wisata mana saja yang tidak terperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

6. “Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional, amanah, bersih dan berwibawa secara akuntabel dan transparan dengan berorientasi pada pelayanan publik yang prima untuk mendorong percepatan pembangunan”

Pelayanan publik di Kabupaten Asahan sampai saat ini masih terbilang sangat menghawatirkan, di lihat dari sisi pelayanan pembuatan KTP dan surat-surat lainnya, Dinas Catatan Sipil Kabupaten Asahan masih lambat untuk menangani hal itu, masyarakat Asahan harus menunggu hingga berhari-hari bahkan sampai berminggu lamanya untuk terselesaikannya surat yang mereka permohonkan. Selain itu dari berbagai informasi dan laporan masyarakat, masih ada saja oknum pribadi yang memanfaatkan proses ini sebagai ajang pungli, mereka meminta uang kepada masyarakat yang nilainya di tentukan demi kelancaran pembuatan KTP dan surat-surat lainnya.
Sangat bobrok Kabupaten ku, namun inilah kenyataan pahitnya.

7. “Meningkatkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana lainnya secara merata dalam rangka mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri dan berwawasan lingkungan”

Sebanyak 25 Kecamatan di Kabupaten Asahan, untuk persoalaan Infrastruktur desa sama sekali tidak ada pemerataan dan keadilan di dalamnya. Terlihat dari beberapa Kecamatan yang ada. Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan menjadi contoh soal Infrastruktur jalan yang hancur dan tidak diperhatikan oleh pemerintah. Entah lah ini salah siapa. Apakah Pihak Desa yang tak menyalurkan Anggaran Belanja Desa, atau pihak pemerintahan Kabupaten yang sama sekali tidak memperdulikan persoalan tersebut.

8. “Mendorong terciptanya penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM), keamanan, ketertiban, keadilan, dan perlindungan bagi masyarakat”

Berbicara persoalan Hak Asasi Manusia,

Masyarakat adalah objek utama yang diwajibkan untuk menikmati ketentuannya.

Tidak boleh di ganggu gugat, karena HAM adalah Hak yang menjadi landasan untuk pembelaan diri masyarakat.
Hak akan Keamanan, hari ini Kabupaten Asahan memiliki kasus yang cukup besar dalam penyalah gunaan Narkoba di Sumatera Utara, hal ini menyebabkan Kabupaten Asahan Rawan akan tindak kriminalitas yang di sebabkan oleh efek para pecandu Narkoba.

Dari persoalan Jambret, sampai maling spesialis pembobol rumah masih banyak terdengar akan kasus ini di Kabupaten Asahan. Hal ini yang menyebabkan masyarakat Asahan resah dan was-was sebab Keamanan pada dirinya dan keluarganya Terancam.

Dimana letak HAM Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kabupaten Asahan ?

Kami masyarakat asahan mengiginkan Kabupaten yang Sehat, sehat akan keamanan dan ketertiban untuk Kota dan Masyarakatnya.

Kali ini saya menegaskan Kapolres Asahan harus lebih tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena Keamanan kami sebagai masyarakat hanya tertumpu kuat pada beban moral yang kalian pikul sebagai oknum Kepolisian.

Kami berharap, Kabupaten Asahan memiliki Kapolres yang sanggup menciptakan Keamanan, Ketertiban, Keadilan dan Perlindungan bagi masyarakat Kabupaten Asahan.

9. “Meningkatkan daya saing pertanian dalam arti luas”
Berdasarkan sudut pandang masyarakat tani Kabupaten Asahan, pemberdayaan masyarakat tani Kabupaten Asahan masih sangat minim. Mulai dari pengadaan pupuk bersubsidi yang masih tinggi harganya, serta pemberdayaan jual hasil tani di Kabupaten Asahan yang masih kecil ruang lingkupnya. Hal itu yang menyebabkan persoalan pertanian di Kabupaten Asahan masih memprihatinkan, karena usaha masyarakat tani tidak sebanding dengan keadaan pupuk dan harga hasil panen yang masih tidak memperdayakan.
Dinas Pertanian Kabupaten Asahan harus lebih extra dalam hal ini.

Karena kesejahteraan masyarakat tani juga harus menjadi hal yang prioritas di Kabupaten yang kita cintai ini.

10. “Melakukan percepatan pembangunan perekonomian dengan mendorong pertumbuhan investasi daerah yang dipadukan dengan koperasi dan UKM, Pariwisata, Perdagangan, industri pembangunan pasar tradisional dan modern”

Melirik dari salah satu poin di atas, yaitu Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),
Kabupaten Asahan memeliki jumlah yang sangat besar dalam pelaku UKM nya,

Baik yang memulai dari usaha rumahan sampai pabrik kecil-kecilan yang di lakukan oleh masyarakat. Namun sangat di sayangkan, pemberdayaan Pemerintah tentang hal ini sangat mengecewakan, pelaku UKM di masyarakat tidak terhimpun dan terperdaya oleh pemerintah, hal ini menyebabkan kurangnya eksistensi masyarakat pelaku UKM dalam mengembangkan Usahanya, padahal ketika semua pelaku UKM ini terhimpun dan terperdaya, banyak hal posisitif yang akan di rasakan oleh penerintah dan masyarakat. Bukan hanya soal perbaikan ekonomi rakyat, namun bisa menjadi nilai jual oleh pemerintah Kabupaten Asahan.

Pemerintah atas nama Bupati Asahan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Asahan harus lah lebih sigap lagi melihat peluang ini, pemberdayaan dan penghimpunan Masyarakat Pelaku UKM tidak akan menjadi asas pememanfaatan pemerintah semata. Melainkan menjadi keuntungan yang seimbang bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Asahan.

10 poin misi Kabupaten Asahan, Namun dari segala sisinya belum ada poin indah yang menyempurnakan Visinya, sebenarnya bukan kesempurnaan yang di cari, namun pembenaran yang benar-benar terlaksana saja sudah cukup bagi kami Masyarakat Kabupaten Asahan.

Kami menuntut Hak kami sebagai masyarakat, karena Keadilan adalah poin utama bagi kesejahteraan Masyarakat.

Kepada Bapak Bupati Kami Yang Terhormat Bapak H. Surya, B.Sc, beserta Jajaran Pemerintah, Baik Kedinasan maupun Kepolisian.

Saya dan kami semua Atas Nama masyarakat Kabupaten Asahan menuntut janji politik yang bapak lontarkan pada saat kontestasi perpolitik di Kabupaten Asahan. Kami meminta Keadilan dan Kesejahteraan sebagai Masyarakat.
Kami melakukan Kewajiban kami sebagai masyarakat dengan patuh dan taat akan hukum dan peraturan yang ada. Namun jangan kebiri Hak kami sebagai masyakarat karena Hak adalah hasil dari Kewajiban yang kami Perbuat.

Tulisan ini sebagai rasa ku yang resah.
Kritik ku untuk Pemerintah Kabupaten Asahan.

‘Wallahul Muafiq Il’la Aqwamil Thorik,
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu’

Asahan, 06 Februari 2021
Muhammad Alpin Azhari Lubis S.Sos
#Putera Asli Kabupaten Asahan
(Warga Nahdliyin Sumatera Utara)

Loading...