Arief Poyuono Waketum Gerindra dalam Pusaran Kredit Macet Bank BTN

243

Jakarta – Ketua Umum Letho for Jokowi-Amin Anshar Ilo, heran dan teringat kembali atas pernyataan Habiburokhman ketika ditunjuk bersama empat kader sebagai Juru Bicara Partai Gerindra oleh Ketum Prabowo Subianto. Beliau mengatakan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang kerap menyampaikan pernyataan namun berbeda dengan sikap partai adalah salah satu sebab kenapa Gerindra menunjuk juru bicara.

Menurut Sekjend Letho, Irwansyah, akhir-akhir Arief Puyouno sering melontarkan statement tendensius dan appriori khususnya terkait viralnya kemelut di tubuh bank BTN sehubungan dengan kredit macet.

“Banyaknya isu kredit macet di bank BTN akhir-akhir ini ditenggarai oleh persoalan persengkongkolan jahat antara jajaran direksi yang lama dengan pengurus serikat pekerja. Konon menurut sumber yang terpercaya, puluhan pengaduan saat ini sedang diusut oleh aparat penegak hukum baik di Kejasaan Agung, mabes Polri maupun KPK,” kata Irwansyah kepada Media, Kamis (06/02/2020).

Selanjutnya Anshar Ilo yang didampingi oleh Direktur Letho Institute, Midian Halomoan Saragi, SH mengatakan, diperkirakan kerugian negara bisa tembus di atas angka 3 triliun yangg selama ini ditutupi dengan praktek window dressing oleh management Bank BTN.

“Atas indikasi sangat kuat keterlibatan jajaran pengurus serikat pekerja ini lah membuat Waketum Gerindra Arief Poyuono terlihat aktraktif dalam pusaran kredit macet di Bank BTN. Hal ini sangat masuk akal mengingat SW yang adalah ketua SP Bank BTN juga sekaligus sebagai Sekjend Serikat Federasi BUMN Bersatu dimana Waketum Gerindra Arief Poyuono sebagai Presidennya,” lanjut Anshar Ilo.

Katanya, Letho for Jokowi-Amin mempertanyakan apakah Prabowo sebagai pemilik dan sekaligus sebagai ketua umum Gerindra mengetahui betapa runyamnya keterlibatan serikat pekerja BUMN dalam banyak kasus di BUMN. Khususnya dalam benang kusut kasus di Bank BTN yang saat ini sedang dalam penyidikan apparat penegak hukum.

“Gerindra yang adalah aset berharga nasional dan sebagai partai besar dan pemenang perolehan suara kedua terbesar Pemilu kemaren harus hati-hati jangan justru ternoda dan terbawa-bawa oleh ulah salah satu pengurusnya yang mungkin saja terlibat langsung maupun tidak langsung atas kasus kredit macet triliunan di Bank BTN,” pungkas Anshar Ilo. (red)

 

Loading...