Anies Baswedan Harus Serukan Warga Luar Jakarta, Tak Perlu Demontrasi Kawal MK

52

Jakarta – Haidar Alwi mendesak Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta untuk menyerukan kepada warga luar Jakarta untuk tidak demo di Jakarta. Sebab, apabila tujuannya mengawal hasil Mahkamah Konstitusi tidak harus datang ke Jakarta.

“Masih melekat dalam ingatan warga Jakarta peristiwa kerusuhan 21-22 Mei lalu. Dimana, para perusuh dari luar kota datang memporak-porandakan Ibu Kota Negara. Dan, warga Jakarta mengecam keras para perusuh yang dengan sengaja didatangkan dari luar Jakarta, Jadi Anies harus mencegah jangan sampai terulang,” kata Haidar Alwi, Inisiator Gerakan Perubahan
#2022GantiGabener saat menyampaikan rilisnya, Selasa (25/06/2019).

Menurut Haidar, spanduk warga Jakarta pun bertebaran pada setiap sudut ibu kota yang menolak keras aksi kerusuhan di wilayahnya. Dan ini kata Haidar, membuktikan bahwa warga Jakarta mengutuk kerusuhan yang lahir dari aksi anarkis terorganisir tersebut.

“Oleh karena itu, sebagai warga Jakarta kami meminta Anies harus jantan menolak pendatang yang datang ke Jakarta tanpa tujuan jelas,” tuntutnya.

Lebih aneh lagi kata Hadir, kalau hanya ingin mendengar pembacaan hasil putusan di MK dijadikan alasan untuk datang jauh-jauh dari luar kota. Dan, itu sangat tidak masuk akal bagi warga Jakarta. Karena, kalau hanya ingin mendengar pembacaan hasil putusan di MK bisa nonton di TV, mendengar di radio dan membaca berita on line via hand phone.

“Lebih aneh bin ajaib lagi, kalau alasan yang disebutkan bahwa; ingin mengawal pembacaan hasil keputusan MK. Kalau, ingin jadi pengawal konstitusi sebaiknya mendafarlah menjadi abdi hukum sesuai koridor undang-undang yang berlaku,” herannya.

Sebab, kata Haidar, kubu 02 sebagai penggugat sengketa pilpres sudah resmi menghimbau massa pendukungnya untuk tidak turun kejalan. Sementara Polri juga sudah mengeluarkan larangan berdemo didepan MK.

“Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi Anies untuk tidak bisa bersikap Jantan demi memberi rasa nyaman dan aman bagi warganya dengan melarang pendatang masuk Jakarta hanya untuk datang ke MK. Atau, mungkin Anies sudah lelah dan mau mengundurkan diri dari jabatannya,” tantang Haidar.

Haidar yang juga Penanggung Jawab Tunggal ARJ mengatakan, warga Jakarta yang tidak terkena virus intoleransi, radikalisme dan terorisme akan sepenuhnya mendukung Polri untuk bertindak tegas. Dan juga mendukung Polri, mengambil tindakan yang di anggap perlu untuk mengamankan Jakarta.

“Kami mendukung Polri menindak tegas apabila ada perusuh masuk Jakarta. Sehingga kami warga Jakarta bisa merasa aman sekaligus nyaman menjadi penduduk ibu kota Negara ini,” tandas Alumni Fakultas Elektro Institute Tehnologi Bandung (ITB) ini. (red)

Loading...