Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto Turun ke Lapangan Pastikan Sosialisasi BKKBN Berjalan Baik

Wenny Haryanto menyampaikkan materi

TOPIKINI, DEPOK – Anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto, Selasa (14/09/2021) menghadiri sosialisasi pendataan keluarga kelompok sasaran bangga kencana bersama mitra tahun 2021, yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Depok Maharaja Kelurahan Rangkapan Jaya kecamatan Pancoran Mas kota Depok Jawa Barat.

Kehadiran Wenny pada acara tersebut, sebagai mitra kerja BKKBN dan menjalankan fungsinya sebagai anggota DPR RI untuk mengawasi anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah kepada BKKBN.

“Saya hadir disini sebagai mitra kerja BKKBN, untuk mengawasi anggaran yang sudah disepakati di DPR, apakah anggaran yang sudah diturunkan kepada BKKBN dijalankan dengan baik atau tidak. Saya melihat BKKBN sudah menjalankan program programnya dengan baik,” kata Wenny Haryanto, dihadapan para peserta sosialisasi yang rata-rata adalah kader KB.

Ia berharap, program-program yang dijalankan BKKBN dapat diserap oleh masyarakat secara maksimal, sehingga target-target BKKBN bisa tercapai.

“Pemerintah sudah menambahkan anggaran untuk penanganan stunting di Indonesia sebesar 20 persen. Semoga program penanganan stunting bisa berhasil,” lanjutnya.

Wenny menjelaskan tentang apa itu stunting serta bahayanya terhadap anak. Kata Wenny, stunting merupakan kekurangan gizi parah yang dialami seorang anak, yang biasanya terjadi sejak dalam kandungan.

“Ciri-cirinya adalah anak tumbuhnya lebih pendek daripada anak yang lain. Kemudian kemampuan berfikirnya juga berkurang, ciri-ciri yang lain pertumbuhan tingginya lambat, kemudian penurunan kemampuan focus dan motifasi belajarnya, kemudian pertumbuhan tubuhnya berkurang. Kalau dilihat wajahnya, itu lebih muda dari anak-anak sebayanya, kemudian ia juga mengalami puberitas yang terlambat,” tambahnya lagi.

Salah satu upaya agar anak terhindar dari stunting, menurut Wenny dengan memperhatikan gizi ibu sejak kehamilan usia nol hingga usia anak mencapai 2 tahun.

“Berikan hanya asi ekslusif bagi bayi, karena itu merupakan gizi yang paling penting buat si bayi,” lengkapnya.

Sementara itu, Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN Munawar Asikin mengatakan, bahwa program yang dijalankan BKKBN mendapat prioritas oleh presiden Joko Widodo.

“BKKBN melaksanakan program pembangunan keluarga dalam lingkup kegiatan dari awal pembentukan keluarga, ibu hamil, ibu menyusui hingga tumbuh kembangnya anak,” papar Munawar Asikin saat menyampaikan orasinya.

Munawar menambahkan, untuk membangun keluarga berkualitas, BKKBN memiliki rencana aksi dalam melaksanakan kegiatannya. Seperti perhatian untuk ibu hamil, remaja yang akan menikah atau pasangan yang ingin mempunyai anak.

Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dengan selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.(rel)