Alpeksi: Masalah Papua Harus Diselesaikanndengan Jalan Dialog dan Rekonsiliasi

49

Jakarta – Ilo Ansar Wakil Ketua Umum Asosiasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusi Indonesia (Alpeksi) menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah yang bergerak cepat dalam menanggulangi berbagai kerusuhan di Papua. Khususnya Polri dan TNI yang telah terjun langsung untuk meredam konflik dan isu rasisme yang terjadi akhir-akhir ini di bumi Papua.

“Alpeksi mengutuk keras terhadap gerakan-gerakan yang anarkis sehingga merusak fasilitas pemerintah negara yang ada di sana. Kami juga sangat menghargai dan apresiasi atas perhatian dari Presiden Joko Widodo yang sudah membangun Papua menjadi lebih baik,” kata Ansar Ilo saat dihubungi, Selasa (03/09/2019).

Menurutnya, peristiwa tersebut harus diusut tuntas siapa dibalik aksi-aksi yang bisa mencederai kerukunan, persatuan sebagai anak bangsa. Untuk itu dirinya menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.

“Semuanya jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu rasialis yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan agenda politik mereka untuk memperkeruh suasana damai dan kerukunan yang telah tercipta selama ini,” tandasnya.

Selain itu Alpeksi kata Ilo mendukung upaya penerapan rekonsiliasi dan upaya dialog. Dimana sebagai wujud nyata mengakomodir aspirasi dan kepentingan warga Papua dan Papua Barat.

“Jika terwujud rekonsiliasi dan dialog, tentu nantinya bisa menampung aspirasi warga lokal dan warga adat istiadat yang tidak tersalurkan ke pemerintah pusat,” kata Ilo.

Alpeksi juga menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh tujuan-tujuan oknum tertentu yang ingin mencari nama. Kita harus sadar menyikapi kondisi tersebut jangan sampai kita ikut-ikutan, Pancasila adalah dasar negara untuk dihayati sebagai pemersatu bangsa.

Selanjutnya, Ilo juga mengajak semua pihak bisa menahan diri menyikapi masalah Papua. Katanya, pemerintah harus bisa merangkul dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan dialog.

“Kita harus kedepankan dialog untuk masalah Papua. Sehingga aspirasi dan tuntutan warga Papua bisa didengar dan bisa diterima aspirasinya. Kalau dialog enak, tinggal pelaksanaanya dilakukan secara maksimal oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Ia mengatakan komitmen untuk menjaga keutuhan bersama bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, sebab setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda dalam menyikapi masalah papua. Namun, Sandra yakin masalah Papua bisa diselesaikan dengan baik oleh Presiden Jokowi yang memiliki komitmen untuk berjuang menjaga keutuhan NKRI.

“Kita percaya pada pemerintahan Jokowi yang baru terpilih lagi, bisa menyelesaikan masalah Papua dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan pendekatan dialog. Jokowi orang yang mendengar aspirasi rakyat Papua,” pungkas Ilo yang juga Ketua Umum Relawan Muda Sulawesi (Remusa) ini. (red)

Loading...